logo


Imbangi Akselerasi Pembangunan, Menteri Johnny: Pemerintah Lakukan Hilirisasi Infrastruktur Digital

Dalam waktu hanya 3 bulan, Kominfo harus menghadirkan 3.126 akses internet di fasilitas layanan kesehatan

30 November 2021 13:14 WIB

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pandemi Covid-19 mendorong percepatan pembangunan infrastruktur digital di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan pandemi memicu migrasi aktivitas dari ruang fisik ke ruang digital. Kondisi itu mendorong Pemerintah mempercepat upaya untuk memperkecil kesenjangan digital dengan mendorong pemanfaatan atau hilirisasi infrastruktur digital.

“Dari sisi Kominfo sendiri rumit, saya beruntung mempunyai memiliki pemimpin yang tegas dan cepat mengambil keputusan. Karena apa? Begitu terjadinya Covid-19, kepanikan di ruang fisik harus diimbangi dengan kesiapan ruang digital dan di semua hal kita belum siap. Ini yang harus kita lakukan secara cepat. Kita harus menjaga agar digital divide itu dipersempit,” ujarnya dalam acara Indonesia Town Hall: Sambatan Melawan Pandemi, dari Grand Studio Metro TV, Jakarta Barat, Senin (29/11/2021) malam.

Menteri Johnny menyatakan keberpihakan Presiden Joko Widodo untuk melakukan akselerasi pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi menjadi pendorong jajarannya untuk mempercepat pemerataan infrastruktur digital.


Menteri Johnny: Kembangkan Startup Digital, Kominfo Fasilitasi Sinergisitas Ekosistem

“Karenanya, suka atau tidak suka harus siap. Sekali lagi, saya bukan apa-apa, tetapi memberikan satu testimoni bagaimana keberpihakan Bapak Presiden Joko Widodo. Presiden mengingatkan betul bahwa dengan Covid-19 ini kita harus melakukan akselerasi pembangunan infrastruktur TIK, tidak saja di hulu, bahkan sampai hilir itu dibangun,” jelasnya.

Menurut Menkominfo Pemerintah pun terus berupaya infrastruktur TIK di seluruh lini agar masyarakat dapat mengambil bagian dalam akselerasi yang tengah terjadi.

“Mulai dari backbone, the middle-mile, the last-mile, pemanfaatan penggelaran fiber optic, pemanfaatan microwave link dan satelit, sampai pembangunan BTS serta akses internet. Semuanya disiapkan untuk memungkinkan masyarakat bisa mengambil bagian,” tegasnya.

Menteri Johnny menyontohkan, dengan tersedianya akses internet di fasilitas layanan kesehatan, maka bisa mengatasi kendala data yang lebih akurat.

“Sebagai satu contoh kasus misalnya, kalau tidak tersedianya akses internet di fasilitas layanan kesehatan, mana mungkin kita bisa mengatasi masalah dengan data yang lebih akurat,” jelasnya.

Menkominfo mengungkapkan, dalam waktu hanya 3 bulan, Kominfo harus menghadirkan 3.126 akses internet di fasilitas layanan kesehatan. “Membantu melengkapinya, sehingga saat ini bisa menggunakan ICT Infrastructure. Namun demikian, di saat yang sama Pemerintah ingin pembangunan infrastuktur yang masif ini juga berdampak pada ekonomi,” ungkapnya.

Siapkan SDM

Untuk membantu masyarakat dapat bermigrasi ke digital, terutama dalam kegiatan ekonomi, Menteri Johnny menyatakan Pemerintah telah berupaya menyiapkan sumberdaya manusia.

“Kita, sedang menyelesaikan ICT Infrastructure dan sedang menyiapkan juga sumber daya manusia digital karena ini juga salah satu program yang sangat penting. Tentunya mengisi ruang-ruang digital, khususnya ekonomi digital Indonesia,” ungkapnya.

Bahkan dalam aspek infrastruktur, Pemerintah menargetkan di akhir tahun 2022, seluruh desa dan kelurahan di wilayah 3T, semuanya terlayani dengan akses internet 4G.

“Saat ini kita sedang mengerjakan semuanya, di tahun 2021 ini ada 4.200 BTS yang dibangun di wilayah 3T. Kemudian, di tahun depan sisanya untuk seluruhnya bisa selesai dan itu sudah dianggarkan walaupun belum semuanya. Kita akan mencarikan cara melalui blended financing atau bauran pembiayaan untuk memungkinkan agar seluruh Indonesia di tahun 2022 sudah terlayani dengan sinyal 4G,” jelas Menkominfo.

Ciptakan Ruang Digital Produktif, Menteri Johnny: Utamakan Restorative Justice dan Kecakapan Digital

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan