logo


Maklumi Buruh Sebut Anies 'Bencong', Gerindra: Itu untuk Berikan Solusi

Gerindra menduga para buruh tidak sengaja menggunakan diksi 'bencong' karena situasi yag kurang kondusif.

30 November 2021 08:00 WIB

Anies Baswedan
Anies Baswedan Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Syarif  memaklumi masa buruh yang meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak menjadi gubernur 'bencong' dan berani membatalkan penetapan UMP 2022. Ia menduga para buruh tidak sengaja menggunakan diksi 'bencong' karena situasi yag kurang kondusif.

"Soal menyinggung Pak Anies 'jangan jadi gubernur bencong', mungkin mereka 'keceplosan' akibat situasi dinamis saat unjuk rasa," kata Syarif kepada wartawan, Senin (29/11/2021).

Meski demikian, Syarif mengapresiasi para buruh yang menggelar aksi unjuk rasa dengan damai.


Kerja Sama dengan PDIP, Gerindra Tegaskan untuk Wujudkan Cita-cita Prabowo Jadi Presiden

"Saya sangat memahami aspirasi kawan-kawan buruh, dan ketika unjuk rasa situasinya kadang tidak terkendali. Tapi saya apresiasi situasi damai bisa terjaga," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai pemintaan Anies tidak menjadi gubernur bencong justru menjadi motivasi agar semua pihak bisa mencari solusi yang saling menguntungkan.

"Saya sangat memaklumi, dan Pak Anies juga saya pastikan akan memaafkan. Semangat pernyataan itu adalah mendorong Pak Anies dapat memberikan solusi, semoga ada win-win solution, antara buruh, Pemprov, dan kalangan pengusaha," pungkasnya.

Anies Diminta Tak Jadi Gubernur 'Bencong', PKS Beri Tanggapan Ini

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati