logo


Uni Eropa Terjunkan Tim untuk Amati Pemilu Venezuela, Presiden Maduro: Delegasi Mata-mata

Presiden Venezuela menyebut tim pengamat internasional dalam proses pemilu Venezuela sebagai delegasi mata-mata

29 November 2021 20:00 WIB

Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Presiden Venezuela Nicolas Maduro istimewa

CARACAS, JITUNEWS.COM - Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyebut semua anggota tim pengamat Uni Eropa pada pemilihan regional dan kota di Venezuela telah "memata-matai" kehidupan sosial, ekonomi dan politik di Venezuela.

"Delegasi mata-mata, mereka bukan pengamat internasional, mereka bebas berkeliaran di seluruh negeri memata-matai kehidupan sosial, ekonomi, dan politik negara," kata Maduro dalam pidato yang disiarkan televisi lokal Venezuela pada Minggu (28/11).

Penilaian yang dilakukan oleh misi pemantau Uni Eropa, yang terdiri dari 136 orang itu menyebut kondisi selama pemilihan umum Venezuela terakhir menjadi yang terbaik di negara itu dalam 20 tahun terakhir, meskipun ada beberapa pelanggaran terjadi selama proses pemungutan suara. Ini adalah pertama kalinya pengamat Uni Eropa memantau pemilu di Venezuela dalam kurun waktu 15 tahun terakhir.


Geger Varian Omicron, Polisi Belanda Gagalkan Aksi Dua Pasien Covid-19 yang Coba Kabur ke Luar Negeri

Sebanyak 42 gerakan politik nasional dan 64 partai daerah telah berpartisipasi dalam pemilihan yang digelar pada 21 November 2021, termasuk oposisi sayap kanan. Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV) yang berkuasa mengamankan kemenangan 20 dari total 23 kepala daerah.

Misi Uni Eropa akan mempresentasikan laporan akhirnya tentang pemilihan regional di Venezuela pada bulan Januari-Februari 2022.

Jerman dan Rusia Desak AS Berhenti Menekan Proyek Nord Stream 2

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia