logo


MK Tunda Pemberlakuan UU Ciptaker, Arief Poyuono: Sabotase yang Membatalkan Buruh Jadi Manusia Kreatif

Undang-Undang Cipta Kerja selain membuka investasi dan lapangan pekerjaan lebih luas juga membuka peluang bagi buruh untuk berubah menjadi enterpreneur mandiri.

29 November 2021 15:58 WIB

Arief Poyuono
Arief Poyuono Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Undang-Undang Cipta Kerja sejatinya menjadikan buruh kembali sebagai fitrah manusianya yang tidak hanya memiliki tenaga tetapi juga daya cipta berkreasi sejajar dengan manusia lainnya.

Hal ini disampaikan mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menyikapi keputusan MK yang menunda pemberlakuan UU Cipta Kerja.

Ia menjelaskan Undang-Undang Cipta Kerja selain membuka investasi dan lapangan pekerjaan lebih luas juga membuka peluang bagi buruh untuk berubah menjadi enterpreneur mandiri.


KLHK Bentuk 10 Pokja, Kawal Implementasi UU Cipta Kerja

Seseorang yang tadinya sebegai buruh hanya dibayar berdasarkan upah atas tenaganya punya pilihan untuk masuk dunia entrpreneurship yang didukung dan dilindungi oleh UU Cipta Kerja.

"Secara pribadi seseorang yang tadinya hanya seorang buruh penjual tenaga, akan memiliki kesempatan dari pemerintah mendapatkan vokasi, permodalan, kemudahan usaha dan pasar yang tak terbatas,” kata dia di Jakarta, Senin (29/11/2021).

”Mereka juga akan lebih mudah berkreasi memaksimalkan kreasi dan semua sumberdaya yang mudah diakses, untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya, ketimbang hanya menjual tenaga sebagai buruh," tegasnya.

Undang-undang Cipta Kerja menurutnya adalah penyederhanaan perizinan tanah, persyaratan investasi, ketenagakerjaan, kemudahan dan perlindungan UMKM, kemudahan berusaha, dukungan riset dan inovasi, administrasi pemerintahan, pengenaan sanksi, pengendalian lahan, kemudahan proyek pemerintah dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), tujuaannya adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara masif dari tingkat enterpreneurship sampai koorporasi swasta maupun negara.

"Menunda pemberlakukan UU Cipta Kerja adalah sabotase pada pertumbuhan ekonomi. Yang terpenting adalah tetap menjadikan buruh sebagai tenaga kerja murah yang hanya mengandalkan tenaganya semata,” kata dia.

“Sabotase ini bukan hanya menggagalkan kebangkitan Indonesia sebagai nation tetapi secara kejam melanjutkan penindasan dan eksploitasi manusia sebagai buruh," tukasnya.

Putusan MK Harus Dijalankan Pemerintah dan DPR, Jika Tidak UU Cipta Kerja Batal

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar