logo


Polandia Siap Bantu Danai Proses Pemulangan Imigran Ilegal ke Negara Asal

PM Polandia juga mendesak Uni Eropa untuk ikut membantu pendanaan upaya repatriasi imigran ilegal yang terjebak di perbatasan Belarusia-Polandia

29 November 2021 16:00 WIB

Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki
Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki Reuters

WARSAWA, JITUNEWS.COM - Polandia bersedia membantu pendanaan upaya pemulangan migran ilegal yang terdampar di perbatasan Polandia-Belarusia. Hal itu disampaikan oleh Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki mengatakan pada Minggu (28/11).

“Jika ada niat baik di pihak [Presiden Belarusia Alexander] Lukashenko, kami akan segera mengambil sinyal positif ini dan akan bekerja sama dalam membiayai para migran yang pulang ke Irak dan negara-negara lain. Ini harus menjadi upaya bersama, tetapi kami juga dapat bertindak sangat cepat sendiri," kata Morawiecki dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Jerman DPA.

Sang Perdana Menteri juga menyatakan bahwa Uni Eropa harus ikut serta membantu pendanaan, mengingat para migran tidak berencana untuk tinggal di Polandia tetapi bertujuan untuk mencapai Jerman atau Belanda. Pada saat yang sama, ia menambahkan bahwa Warsawa tidak memerlukan bantuan dari badan perbatasan Uni Eropa, Frontex.


Covid-19 Omicron Punya Gejala Lebih Ringan dari Varian Delta, Afsel Minta Negara-negara Tak Panik

"Karena kami memiliki 15.000 penjaga perbatasan dan Frontex memiliki hingga 1.200 anggota perbatasan dan pantai untuk semua perbatasan eksternal Uni Eropa. Di atas penjaga perbatasan kami juga memiliki 15.000 tentara. Jadi perbatasan kami cukup ketat," tambah Morawiecki.

Dalam beberapa minggu terakhir, ribuan imigran yang berusaha mencapai Uni Eropa saat ini terjebak di sepanjang perbatasan antara Polandia dan Belarus.

Pihak berwenang Polandia telah meningkatkan keamanan perbatasan negara itu dan berusaha mencegah imigran ilegal menerobos masuk ke wilayah negaranya. Polandia juga menuduh pemerintahan Presiden Alexander Lukashenko di Belarusia yang mendorong imigran ilegal tersebut untuk masuk ke Uni Eropa.

WHO Bilang Varian Omicron Belum Tentu Lebih Berbahaya dari Varian Delta

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia