logo


Gegara Varian Baru Covid-19, Israel Bakal Kembali Berlakukan Status Situasi Darurat Nasional

PM Israel mengatakan bahwa masuknya varian baru Covid-19 ke negaranya membuat pemerintah Israel harus segera mengambil tindakan pencegahan, dengan memberlakukan status situasi darurat nasional

26 November 2021 21:45 WIB

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett istimewa

TEL AVIV, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, telah mengumumkan bahwa pihaknya kemungkinan besar akan segera memberlakukan status situasi darurat nasional untuk menanggapi masuknya varian baru COVID-19 yang sebelumnya terdeteksi di Afrika Selatan.

"Kami saat ini berada di ambang keadaan darurat. Prinsip utama kami adalah bertindak cepat, kuat, dan saat ini juga," kata perdana menteri dalam pertemuan dengan para ahli kesehatan negara itu, Jumat (26/11), dilansir dari Sputniknews.

Saat ini, Israel sudah menambahkan semua negara Afrika, kecuali yang terletak di Afrika Utara, ke dalam "daftar merah" negara-negara berisiko tinggi Covid-19. Langkah ini pada dasarnya melarang warga Israel untuk bepergian ke negara-negara ini.


Lebih Ganas dari Varian Covid Delta, Varian B.1.1.529 Sudah Masuk ke Hong Kong

Sementara para pelancong yang kembali dari sebagian besar Afrika wajib menjalani karantina selama tujuh hari di fasilitas yang dikelola oleh pemerintah Israel terlepas dari status vaksinasi, dan hanya diijinkan keluar setelah uji dua kali PCR dinyatakan negatif.

Pada Kamis (25/11), Kementerian Kesehatan Israel mengatakan bahwa mereka telah mendeteksi kasus pertama infeksi varian baru yang berasal dari Afrika tersebut. Menurut kemenkes Israel, varian baru terdeteksi pada seorang warga negara yang kembali dari Malawi.

Kementerian juga mengatakan bahwa pelancong dan dua orang lainnya yang diduga terinfeksi varian baru tersebut kini telah ditempatkan dalam ruang isolasi. Meski ketiganya sudah divaksinasi, namun kementerian sekarang sedang memeriksa status vaksinasi mereka yang sebenarnya.

Khawatir dengan Ancaman Rusia, Inggris Siagakan Tank Tambahan di Jerman

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia