logo


Muncul Varian Covid-19 Baru yang Lebih Berbahaya, Australia Gelar Investigasi

Pemerintah Australia saat ini tengah menggelar investigasi untuk mengetahui apakah varian baru Covid-19 sudah masuk ke wilayahnya

26 November 2021 14:48 WIB

Sydney Opera House
Sydney Opera House okezone

CANBERRA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Australia pada Jumat (26/11) mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait potensi penyebaran varian COVID-19 baru yang sudah menyebar di Afrika Selatan. Australia juga memperingatkan akan menutup perbatasannya untuk para wisatawan yang datang dari negara Afrika.

Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt mengatakan dia akan segera mengeluarkan respon sesuai dengan saran dari WHO.

“Seperti biasa, kami fleksibel. Dan jika saran medisnya adalah bahwa kami perlu mengubahnya, kami tidak akan ragu-ragu,” kata Hunt kepada wartawan di Sydney.


Kantor Kedubes China di Lithuania Tangguhkan Layanan Konsuler

“Itulah yang telah kita lakukan sebagai sebuah negara, baik dengan menutup perbatasan, atau dengan aturan karantina,” tambahnya.

Sebelumnya, kemunculan varian tersebut juga membuat pemerintah Inggris langsung mengambil kebijakan dengan melarang semua penerbangan komersial yang datang dari sejumlah negara di kawasan Afrika, seperti Afrika Selatan, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Lesotho dan Eswatini mulai Jumat (26/11). Inggris juga meminta semua warga negaranya yang kembali dari sejumlah negara tersebut untuk melakukan karantina.

Pada Kamis (25/11) Pejabat kesehatan Inggris meyakini jika varian baru Covid-19 itu lebih mudah ditularkan dan mempengaruhi efektivitas vaksin Covid-19.

Sementara itu, WHO mengatakan bahwa diperlukan waktu selama "beberapa minggu" bagi mereka untuk dapat memahami dampak dari varian baru.

Kapal Mata-mata China Beroperasi di Dekat Negaranya, PM Australia: Ada Situasi yang Sangat Serius

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia