logo


Kapal Mata-mata China Beroperasi di Dekat Negaranya, PM Australia: Ada Situasi yang Sangat Serius

Australia mengatakan bahwa mereka akan terus mengawasi gerak-gerik kapal mata-mata China yang beroperasi di dekat perairan Australia

26 November 2021 14:33 WIB

Perdana Menteri Australia Scott Morrison
Perdana Menteri Australia Scott Morrison south china morning post

CANBERRA, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Australia pada Jumat (26/11) mengatakan bahwa dirinya sudah menerima laporan mengenai kapal mata-mata China yang beroperasi di dekat wilayah perairan Australia. Ia menambahkan bahwa kehadiran kapal China tersebut menunjukkan adanya "situasi yang sangat serius" di kawasan Indo-Pasifik.

"Saya pikir kehadiran Angkatan Laut China...menunjukkan ada situasi yang sangat serius di Indo-Pasifik," kata Morrison kepada para wartawan, dikutip RT.com.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengawasi pergerakan kapal China tersebut, meski berada di wilayah perairan internasional.


Kemunculan Varian Baru Covid-19, WHO: Belum Banyak yang Kami Ketahui

"Mereka berhak untuk tetap berada di sana. Kami sudah tahu mereka ada. Mereka bisa disana sesuai dengan undang-undang maritim internasional. Tapi, jangan berpikir jika kami tidak mengawasi mereka, sama seperti mereka mengawasi kami," tambahnya.

Morrison juga mengatakan bahwa ia berharap Beijing juga akan memberikan ijin bagi Australia saat kapal mata-mata Australia beroperasi di Laut China Selatan.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton mengatakan bahwa hingga Jumat (26/11) kapal militer China tersebut masih berada di luar wilayah perbatasan Australia dan tidak melanggar hukum. Meski demikian, lanjutnya, hal itu bertentangan dengan retorika yang disampaikan Beijing terkait dukungan mereka terhadap perdamaian dan keamanan di Asia-Pasifik.

Kantor Kedubes China di Lithuania Tangguhkan Layanan Konsuler

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia