logo


Arab Saudi Izinkan Umrah Jamaah RI, PKB: Proses Administrasi Harus Dipersiapkan dengan Optimal

Khusus vaksin, Arab Saudi sudah mengakui Sinovac

26 November 2021 13:01 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota Komisi VIII DPR RI dari FPKB KH. Maman Imanulhaq mengatakan pemerintah harus segera melakukan singkronisasi untuk melakukan persiapan pemberangkatan ibadah umrah untuk jamaah Indonesia.

Hal ini dikarenakan pemerintah Arab Saudi telah memberikan izin umrah kepada Indonesia.

Menurutnya pemerintah Arab Saudi sangat memprioritaskan Kesehatan Jemaah umrah dan haji. Oleh karena itu, jangan sampai Arab Saudi kecewa akibat proses vaksinasi, tes PCR/Antigen, karantina dan sebagainya yang dilakukan dengan asal-asalan.


WHO Bilang Belum Ada Vaksin yang Ampuh Cegah Penularan Varian Delta

"Komisi VIII DPR mendorong Kemenag RI menyiapkan seluruh fasilitas dan proses adiministrasi umrah sebelum diberangkatkan dengan optimal. Baik kesehatan, katering, penerbangan, penginapan, hotel, maktab dan sebagainya," ujarnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Terkait vaksinasi Covid-19, Maman mengatakan bahwa Arab Saudi  sudah memberikan izin vaksin Sinovac yang digunakan di Indonesia, namun disyaratkan melakukan vaksin ke-tiga (Booster) menggunakan vaksin yang digunakan oleh Arab Saudi.

"Khusus vaksin, Arab Saudi sudah mengakui Sinovac, tapi booster-nya (ketiganya) harus dengan vaksin yang dipakai Arab Saudi. Seperti Johnson and Johnson, Pfizer, Moderna dan Astrazeneca. Kalau ini belum dilakukan, maka tidak bisa berangkat, maka pentinganya singkronisasi itu dulu antar kementerian terkait, maupun dengan kementerian Arab Saudi," jelas KH. Maman.

Wakil Ketua Dewan Syuro DPP PKB itu mengingatkan kalau standar Kesehatan di bawah Kerajaan Muhammad bin Salman itu sangat tinggi (high standar).

"Raja Salman tidak ingin menerima umroh lalu tiba-tiba mengalami lonjakan covid-19. Seperti terjadi di Eropa, Amerika, Australia, di India saat mandi di Sungai Gangga dan negara lainnya," tukasnya.

Dewan Syura PKB: Tidak Boleh Ada Kezaliman kepada Guru

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar