logo


Densus 88 Tangkapi Teroris, MUI Yakin Tak Ada Kriminalisasi Ulama atau Islamofobia

Aksi Densus 88 menangkap terduga teroris dinilai sebagai wujud pengamanan negara.

26 November 2021 08:00 WIB

Densus 88.
Densus 88. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung langkah pemberantasan terorisme yang dilakukan Densus 88.

Sebelumnya, Densus 88 menangkap tiga mubalig, yakni Ustaz Farid Okbah, Ahmad Zain An Najah, dan AA. Ketiganya diduga berperan di organisasi Jamaah Islamiyah.

Sekretaris Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) MUI M. Najih Arromadloni menekankan tindakan Densus 88 itu bukan bentuk kriminalisasi maupun islamofobia.


Dituding Lakukan Kriminalisasi Ulama, Densus 88: Seolah-olah Kami Menzalimi

Menurutnya, Densus 88 dibentuk semata untuk menjaga keamanan dan keselamatan rakyat.

"Kami percaya tidak ada yang disebut kriminalisasi ulama atau islamofobia karena ini kepentingan negara adalah menjaga keamanan, menjaga keselamatan rakyat, dan dalam hal ini kami memberikan dukungan dan apresiasi," kata Najih di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/11).

Penindakan terhadap terorisme, lanjut dia, tidak bersangkutan dengan ajaran agama apapun, termasuk Islam.

Aksi Densus 88 menangkap terduga teroris dinilai sebagai wujud pengamanan negara.

"Karena sebagaimana diketahui aktivitas terorisme memang sangat ada di bawah tanah, sehingga kami di MUI pun tanpa ada informasi dari aparat kami tidak mengetahui aktivitasnya di luar MUI," jelas Najih.

Beberapa waktu lalu, Densus 88 berhasil menangkap tiga terduga teroris, antara lain Ahmad Zain yang diduga menjabat Dewan Syuro kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI). Selain itu, Zain adalah Ketua Dewan Syariah Lembaga Amal Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA).

"Yang bersangkutan keterlibatannya adalah sebagai Dewan Syuro JI. Kemudian selain itu, yang bersangkutan Ketua Dewan Syariah Lembaga Amal Zakat BM ABA," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Selasa (16/11).

KKB Jatuhkan Banyak Korban, Tokoh NU: Lucu Kalau Dianggap Saudara

Halaman: 
Penulis : Iskandar