logo


WHO Bilang Belum Ada Vaksin yang Ampuh Cegah Penularan Varian Delta

Direktur Jenderal WHO memperingatkan warga untuk tetap melakukan tindak pencegahan Covid-19 meski sudah menerima dua dosis vaksin

25 November 2021 14:52 WIB

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus national geographic Indonesia

JENEWA, JITUNEWS.COM - Badan Kesehatan Dunia, WHO, pada Rabu (24/11) mengatakan bahwa vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini hanya mampu mengurangi potensi penularan varian Delta hingga 40 persen. WHO juga memperingatkan bahwa meski seseorang sudah mendapatkan dua dosis suntikan vaksin, bukan berarti mereka kebal.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa banyak warga masyarakat yang sudah menerima vaksin Covid-19 mengganggap diri mereka aman dari ancaman virus sehingga tidak perlu lagi melakukan tindak pencegahan.

Tedros menjelaskan bahwa itu adalah anggapan yang keliru, mengingat belum ada satu pun vaksin yang benar-benar ampuh dalam mencegah penularan varian Delta yang kini menjadi varian paling dominan di dunia.


Kapal Imigran Terbalik di Perairan Inggris, Lebih dari 30 Orang Dinyatakan Hilang

"Vaksin menyelamatkan nyawa tapi tidak sepenuhnya mencegah penularan...Data menunjukkan bahwa sebelum kemunculan varian Delta, vaksin mampu mereduksi penularan hingga sekitar 60 persen, dan setelah Delta muncul, kemampuan ini menurun hingga di kisaran 40 persen," kata Tedros, dikutip Channel News Asia.

"Jika anda sudah divaksinasi, anda memiliki resiko lebih rendah untuk terkena gejala yang lebih buruk ataupun kematian (akibat infeksi), tapi anda masih beresiko tertular ataupun menularkannya kepada orang lain," tambahnya.

Oleh karena itu, Tedros tetap meminta masyarakat di seluruh negara untuk tetap mematuhi aturan pencegahan seperti penggunaan masker, atau pun dengan menjaga jarak.

"Kami tidak dapat mengatakan ini dengan cukup jelas: bahkan jika Anda telah divaksinasi, terus lakukan tindakan pencegahan untuk mencegah diri Anda terinfeksi, dan menginfeksi orang lain yang dapat (membuat mereka) meninggal," lanjutnya.

Seorang Karyawan Pfizer Dituduh Curi Formula Vaksin Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia