logo


Hizbullah Tak Terima Dianggap sebagai Kelompok Teroris oleh Australia

Hizbullah menyebut keputusan Australia tersebut menunjukkan bahwa negara tersebut sangat tunduk terhadap Amerika Serikat dan Israel

25 November 2021 13:30 WIB

Gerakan Syiah Lebanon, Hizbullah
Gerakan Syiah Lebanon, Hizbullah Sputniknews

BEIRUT, JITUNEWS.COM - Gerakan militan Syiah Lebanon, Hizbullah, pada Rabu (24/11) mengecam keputusan pemerintah Australia memasukkan mereka ke dalam daftar organisasi teroris.

"Keputusan itu adalah sikap tunduk Australia terhadap pemerintah Amerika Serikat dan Zionis (Israel) yang sangat memalukan," kata Hizbullah dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh media Lebanon, Al-Mayadeen.

Hizbullah juga mencatat bahwa keputusan Australia itu tidak akan mempengaruhi moral para anggotanya maupun kegiatan organisasinya.


Petinggi Militer AS Yakin Iran Bisa Bangun Senjata Nuklir dalam Waktu Dekat

Untuk diketahui, Hizbullah adalah partai politik Syiah Lebanon yang didukung Iran dengan sayap militan yang didirikan pada 1980-an. Mereka dianggap sebagai organisasi teroris oleh Israel dan sejumlah negara Barat, termasuk Amerika Serikat.

Pada Rabu (24/11) pemerintah Australia mengumumkan bahwa mereka telah memasukkan kelompok Hizbullah dalam daftar organisasi teroris.

Menteri Dalam Negeri Australia Karen Andrews menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena Hizbullah diketahui menawarkan dukungan kepada kelompok teroris lainnya, yakni kelompok Jihad Islam Palestina dan Brigade Iss al-Din al-Qassam Hamas.

Pasukan Polandia Disebut Gunakan Senjata Api untuk Tangani Imigran Pencari Suaka

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia