logo


Pasukan Polandia Disebut Gunakan Senjata Api untuk Tangani Imigran Pencari Suaka

Belarusia menuduh pasukan keamanan Polandia telah menggunakan senjata api untuk menghalau imigran yang mencoba menerobos wilayah perbatasannya

25 November 2021 13:08 WIB

Polandia mengerahkan pasukan militernya untuk menghalau gelombang imigran yang mencoba menerobos wilayah perbatasannya
Polandia mengerahkan pasukan militernya untuk menghalau gelombang imigran yang mencoba menerobos wilayah perbatasannya Sputniknews

MINSK, JITUNEWS.COM - Pemerintah Belarusia pada Rabu (24/11) melontarkan tuduhan yang menyebut pasukan keamanan Polandia telah menggunakan senjata automatis dalam mencegah para imigran menerobos wilayah perbatasannya.

"Sekelompok imigran yang putus asa telah memutuskan untuk secara mandiri melanjutkan perjalanan ke wilayah Polandia. Orang-orang didorong untuk melakukannya oleh situasi putus asa, di mana mereka menemukan diri mereka sendiri karena kurangnya kesempatan hukum untuk mengajukan perlindungan di Uni Eropa. Kali ini, pasukan keamanan Polandia menemui para pengungsi dengan menembakkan senjata otomatis," kata badan Belarusia di Telegram, dilansir Sputniknews.

Seperti diketahui, lebih dari 2.000 imigran pencari suaka saat ini masih terjebak di perbatasan Belarusia-Polandia. Mereka ditampung di sebuah tempat penampungan yang diatur oleh pihak berwenang Belarusia. Di sisi lain, Polandia juga telah meningkatkan jumlah pasukan keamanannya untuk mencegah para imigran yang sebagian besar berasal dari Timur Tengah tersebut menerobos masuk ke wilayahnya.


WHO Minta Negara Maju Tunda Pendistribusian Vaksin Covid-19 pada Anak

Pasukan Penjaga Perbatasan Polandia melaporkan bahwa para imigran telah melanjutkan upaya mereka untuk memaksa melewati perbatasan Belarusia-Polandia. Di daerah Dubicze Cerkiewne dan Mielnik, sekelompok imigran secara agresif dilaporkan berupaya melintasi perbatasan. Penjaga perbatasan Polandia juga mendeteksi 267 upaya untuk menyeberang secara ilegal selama satu hari terakhir.

"Penyelidikan menetapkan bahwa pada malam 23 November, di penjaga perbatasan Tokari di distrik Kamyanyetskiy, sekelompok migran asing berdiri di dekat pagar Polandia. Orang-orang meminta suaka di Polandia, bukan untuk berkelahi. Pasukan keamanan Polandia menggunakan gas air mata dan melemparkan asap ke wilayah Belarusia terhadap migran tidak bersenjata," kata otoritas Belarusia.

Sementara itu, pemerintah Polandia menuding Belarusia sengaja memanfaatkan imigran sebagai "senjata" mereka dalam menyerang Uni Eropa.

Petinggi Militer AS Yakin Iran Bisa Bangun Senjata Nuklir dalam Waktu Dekat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia