logo


Saham Bandara Kualanamu Dijual ke Asing, Demokrat: Jangan-jangan Negara Ini Sudah Bangkrut

Yan menduga negara di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi sebenarnya sudah bangkrut.

25 November 2021 12:33 WIB

Yan Harahap
Yan Harahap twitter.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Deputi Strategi dan Kebijakan Balitbang DPP Demokrat, Yan Harahap turut berkomentar soal penjualan 49 persen saham Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Menurutnya, penjualan saham aset negara senilai Rp85,6 triliun itu menandakan bahwa kondisi keuangan negara sedang mengkhawatirkan. Bahkan dia menduga negara di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi sebenarnya sudah bangkrut.

“Ternyata 49% saham Bandara Kualanamu sudah dijual ke pihak asing. Jika ini benar, jangan-jangan negara ini sudah bangkrut di tangan rezim ini. Apa begitu?,” ujarnya lewat akun Twitter @YanHarahap, disitat Kamis (25/11).


AHY: Kondisi Bapak SBY di Amerika Serikat Berangsur Membaik

Sebagaimana diketahui, Bandara Internasional Kualanamu selama ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Angkasa Pura II (Persero).

Adapun pihak asing yang membeli 49 persen saham adalah GMR Airport Internasional yang berbasis di India. Meski begitu, AP II masih memegang saham mayoritas 51%.

GMR Airport Internasional sendiri merupakan perusahaan konsorsium yang terdiri atas GMR Group asal India dan Aéroports de Paris Group (ADP) asal Prancis.

Dikasih Tahu Senior, AHY: Moeldoko Halalkan Segala Cara untuk Capai Keinginan

Halaman: 
Penulis : Iskandar