logo


Heboh Murid Tak Naik Kelas karena Agama, Ferdinand Sentil Komnas HAM

Ferdinand mendorong Komnas HAM untuk menyuarakan ketidakadilan dalam dunia pendidikan tersebut.

25 November 2021 04:45 WIB

Ferdinand Hutahean
Ferdinand Hutahean Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean menyentil Komnas HAM soal kejadian murid tak naik kelas karena menganut agama yang belum diakui negara. Dia meminta Komnas HAM memperjuangkan hak anak-anak tersebut untuk berprestasi tanpa embel-embel keyakinan.

“Sudahkan mulut Komnas HAM bicara tentang ini?” cuitnya lewat akun Twitter @FerdinandHaean3, dikutip Kamis (25/11).

Menurut Ferdinand, beragama atau tidak beragama itu hak setiap warga negara. “Bukankah memilih kepercayaan itu Hak Azasi setiap orang?,” terusnya.


Wapres Tak Perlu Tanggapi Polemik Pembubaran MUI, Ferdinand: Sebaiknya Konsentrasi Memajukan Bangsa

Eks politikus Partai Demokrat itu lantas mendesak Kemendikbudristek untuk segera mengatasi persoalan tersebut dengan menindak tegas sang guru.

“Saya minta Pemerintah memberi sanksi ke guru yang tak menaikkan kelas anak-anak ini,” tuntas Ferdinand.

Seperti diketahui, tiga kakak-beradik di sekolah dasar tak bisa naik kelas selama tiga tahun karena nilai agama di rapor. Mereka tetap tinggal di kelas karena menganut Agama Saksi Yehuwa, keyakinan ini belum diakui negara.

Tak terima, orang tua siswa menumpuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Samarinda. Perkara ini sudah masuk tahap persidangan dan akan dilakukan pada 23 November secara daring.

Murid Tak Naik Kelas karena Agama, Ferdinand: Negara Jangan Jadi Tuhan atas Pendidikan!

Halaman: 
Penulis : Iskandar