logo


WHO Minta Negara Maju Tunda Pendistribusian Vaksin Covid-19 pada Anak

Menurut WHO, anak-anak dan remaja bukan termasuk kelompok beresiko tinggi terkena gejala Covid-19 parah yang bisa mengakibatkan kematian.

24 November 2021 22:46 WIB

Kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss
Kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss istimewa

JENEWA, JITUNEWS.COM - Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada Rabu (24/11) meminta negara-negara maju untuk menunda pendistribusian vaksin Covid-19 kepada anak-anak dan remaja dan harus memprioritaskan pendistribusian vaksin Covid-19 kepada orang dewasa di negara-negara miskin melalui program COVAX.

“Karena anak-anak dan remaja cenderung memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan orang dewasa, kecuali jika mereka berada dalam kelompok yang berisiko lebih tinggi terkena COVID-19 parah, vaksinasi terhadap mereka (anak-anak) kurang mendesak dibandingkan orang tua, mereka yang memiliki kondisi kesehatan kronis, dan petugas kesehatan,” kata WHO dalam pernyataan tertulisnya dikutip Reuters.

WHO menambahkan bahwa meski anak-anak berpotensi mengalami gejala long Covid atau gejala yang berkepanjangan, akan tetapi hal ini masih dalam penyelidikan.


Serangan Udara Israel Tewaskan Sejumlah Warga Sipil Suriah

Beberapa faktor risiko COVID-19 parah pada anak-anak telah dilaporkan karena adanya penyakit bawaan seperti obesitas, diabetes tipe 2, asma dan penyakit jantung, atau penyakit kronis lain.

Kendati demikian, WHO menekankan bahwa saat ini pendistribusian vaksin Covid-19 masih belum merata, dan fokus vaksinasi untuk saat ini harus ditujukan untuk melindungi kelompok yang sangat rentan atau berada dalam resiko tinggi mengalami gejala infeksi Covid-19 yang lebih parah atau bahkan kematian.

"Karena banyak bagian dunia menghadapi kekurangan vaksin yang ekstrem, negara-negara dengan cakupan tinggi pada populasi berisiko harus memprioritaskan pembagian global vaksin COVID-19 sebelum memvaksinasi anak-anak, remaja," katanya.

Bela Rusia, China Kecam Upaya AS Politisasi Proyek Nord Stream 2

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia