logo


Bela Rusia, China Kecam Upaya AS Politisasi Proyek Nord Stream 2

Juru bicara pemerintah China mengatakan bahwa kebijakan sanksi sepihak AS tersebut menunjukkan bahwa AS berusaha mengejar kepentingan geo-politik dan perekonomiannya untuk dapat mengembalikan dominasi mereka di kancah internasional

24 November 2021 22:34 WIB

Jalur pipa gas Nord Stream 2
Jalur pipa gas Nord Stream 2 istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Juru bicara pemerintah China, Zhao Lijian mengatakan bahwa Beijing menentang sanksi sepihak dan upaya politisasi terhadap proyek komersial jalur pipa gas Rusia-Jerman Nord Stream 2, yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat.

"China menentang politisasi proyek komersial dan pemberlakuan sanksi sepihak yang ilegal," katanya menanggapi pertanyaan dari wartawan di dalam sebuah konferensi pers di Beijing, Rabu (24/11).

Menurutnya, Amerika Serikat tengah berupaya mengejar kepentingan geo-politik dan perekonomiannya untuk mempromosikan prinsip "Amerika yang pertama", diantaranya dengan menempatkan aturan hukum nasionalnya diatas hukum internasional, menjatuhkan sanksi yang tidak beralasan terhadap negara berdaulat dan memberlakukan yuridiksi ekstrateritorial terhadap negara lain.


Pasukan Koalisi Arab Saudi Kembali Lancarkan Serangan terhadap Kelompok Houthi Yaman

"Pemikiran hegemonik semacam itu merupakan sebuah pelanggaran terhadap hukum internasional dan norma dasar hubungan internasional. Itu juga merusak kepentingan negara lain," tambahnya.

Ia menambahkan jika kebijakan AS seperti itu pada akhirnya akan menghadapi kecaman dan perlawanan dari komunitas internasional.

Seperti diketahui, pemerintah AS baru saja menjatuhkan sanksi baru terhadap sebuah perusahaan yang terlibat dalam proyek pembangunan jalur pipa gas Rusia-Jerman, Nord Stream 2.

Keputusan tersebut langsung direspon oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov yang mengatakan bahwa sanksi tersebut dijatuhkan tanpa alasan yang jelas.

Serangan Udara Israel Tewaskan Sejumlah Warga Sipil Suriah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia