logo


Perang Urat Saraf dengan Rusia Meningkat, AS Kirim Dua Kapal Patroli ke Ukraina

Ukraina telah menerima dua unit kapal patroli dari Amerika Serikat ditengah desas-desus invasi Rusia

24 November 2021 16:30 WIB

Kapal perang AS
Kapal perang AS Al Jazeera

KIEV, JITUNEWS.COM - Dua unit kapal patroli yang dikirim oleh Amerika Serikat pada Selasa (23/11) kemarin telah tiba di Ukraina. Kapal tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan tempur Angkatan Laut Ukraina ditengah rumor yang menyebut jika Rusia bersiap menginvasi mereka.

"Bersama dengan dua kapal lain dari jenis yang sama yang diterima oleh Ukraina pada 2019, kapal-kapal itu akan memastikan “keamanan angkatan laut” Ukraina di Laut Hitam dan Laut Azov," kata kementerian pertahanan Ukraina dalam sebuah pernyataan, dikutip Al Arabiya.

Untuk diketahui, Laut Hitam merupakan sebuah kawasan yang sensitif bagi Rusia, terlebih saat mereka berhasil merebut Semenanjung Krimea dari Ukraina pada 2014 lalu. Sejak saat itu, Ukraina sudah terlibat konflik dengan kelompok separatis pro Rusia di wilayah perbatasannya yang menewaskan lebih dari 13 ribu orang.


Jepang Merasa Terganggu dengan Patroli Gabungan China-Rusia di Asia Pasifik

Negara-negara barat, dan Amerika Serikat pada bulan November ini juga sudah membunyikan alarm terkait laporan peningkatan aktivitas militer Rusia di dekat Ukraina. Mereka meyakini jika peningkatan aktivitas militer tersebut menunjukkan adanya niatan dari Rusia untuk menginvasi Ukraina.

Pada Selasa (23/11), Juru bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa pihaknya khawatir pengiriman penasihat militer dan senjata dari negara barat ke Ukraina hanya akan membuat situasi ketegangan semakin meningkat.

"Pengiriman para penasihat militer dan senjata ke Ukraina seharusnya tidak dilakukan, karena ini lah yang membuatnya (ketegangan) terjadi. Para penasihat militer berdatangan ke sana (Ukraina), sistem senjata juga berdatangan ke sana tidak hanya dari Amerika Serikat tapi juga dari negara-negara NATO. Semua ini, tentunya, akan memicu peningkatan situasi di jalur kontak (perbatasan)," katanya.

Wisatawan Asing Akan Diijinkan Masuk Selandia Baru Mulai Akhir April Mendatang

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia