logo


Polisi Upayakan Mediasi, Arteria Dahlan: Tidak Menyelesaikan Masalah

Polres Bandara Soekarno Hatta mengupayakan mediasi dalam kasus cekcok Arteria Dahlan dengan wanita 'anak jenderal'

24 November 2021 15:40 WIB

detik.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Polres Bandara Soekarno Hatta mengupayakan mediasi dalam kasus cekcok Arteria Dahlan dengan wanita 'anak jenderal' bernama Anggiat Pasaribu. Arteria menanggapi upaya mediasi yang ingin dilakukan pihak kepolisian.

"Ini lucu, ini di Polres bandara saya pikir masih kurang dapat memahami apa yang namanya restorative justice, restorative justice itu penegakan hukumnya harus dikedepankan," kata Arteria seperti diberitakan Detikcom, Rabu (24/11).

Arteria mengatakan bahwa polisi terlebih dahulu memeriksa pelapor ataupun terlapor guna mengetahui siapa yang salah sebelum mengupayakan mediasi.


Unggah Video Cekcok Arteria Dahlan, Sahroni: Jabatan Tidak Dibawa Mati!

"Jadi dia harusnya diperiksa dulu semua, ternyata di temukan si A bersalah, baru ditanyakan kepada korban bagaimana bisa memaafkan tidak," ujarnya.

"Kalau ini namanya bukan polisi, bukan penegak hukum. Saya sangat kecewa tidak mampu menerapkan restorative justice tanpa memeriksa perkaranya terlebih dahulu siapa salah dan benar," sambung Arteria.

Arteria memilih untuk diperiksa terlebih dahulu untuk mengetahui pihak mana yang bersalah. Menurutnya, upaya mediasi tidak menyelesaikan masalah.

"Orang disuruh damai, ini yang namanya nggak bener dan tidak menyelesaikan masalah, saya ingin diperiksa dulu yang bersalah Arteria Dahlan atau ibunya, atau yang bersangkutan. Kalau yang salah saya, saya minta maaf. Saya ini dari kecil atlet tenis, gede main bola jadi saya, kalau saya pasti minta maaf," ungkap Arteria.

"Tapi kalau beliau salah, tolong tanyain. Ini kan sudah salah, yang bersangkutan mengaku salah, mau minta maaf, bagaimana Pak Arteria. Ya kita akan maafkan," imbuh Arteria.

Arteria heran perselisihan dianggap sebagai masalah kecil. Arteria mengatakan bahwa peristiwa yang dialami adalah arogansi kekuasaan.

"Tapi kalau kaya gini suruh minta maaf kan, ini yang saya katakan itu gagal menerapkan restorative justice. Saya sangat sedih dan prihatinlah, tiba-tiba dibilang ini permasalahan kecil," ucapnya.

"Ini bukan masalah kecil. Ini festivalisasi arogansi kekuasaan. Polres Bandara juga harusnya tahu," pungkas Arteria.

MKD DPR Minta Kapolres Bandara Dievaluasi Jika Periksa Arteria Dahlan Tanpa Izin Presiden

Halaman: 
Penulis : Admin