logo


Wisatawan Asing Akan Diijinkan Masuk Selandia Baru Mulai Akhir April Mendatang

Pemerintah Selandia Baru masih akan menutup pintu perbatasan mereka untuk wisatawan asing setidaknya hingga lima bulan ke depan

24 November 2021 14:38 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

AUCKLAND, JITUNEWS.COM - Pemerintah Selandia Baru, pada Rabu (24/11) mengatakan bahwa pihaknya akan tetap menutup wilayah perbatasannya bagi para pelancong internasional setidaknya hingga lima bulan ke depan untuk mencegah peningkatan kasus infeksi Covid-19.

Selain karena faktor geografinya yang terisolir dari negara lain, Selandia Baru juga telah memberlakukan aturan pembatasan yang sangat ketat dimana hal itu terbukti secara efektif menekan laju penyebaran wabah Covid-19, dan membantu perekonomiannya pulih lebih cepat dibanding negara-negara lain.

Namun, masuknya varian Delta yang lebih mudah menyebar memaksa Selandia Baru memperbarui strateginya, dengan ibukota, Auckland, saat ini mulai dibuka secara bertahap seiring dengan kenaikan tingkat vaksinasi Covid-19 di negara tersebut.


Australia Tetapkan Hizbullah sebagai Organisasi Teroris

"Wisatawan internasional yang divaksinasi penuh akan diizinkan memasuki negara itu mulai 30 April 2022 dan seterusnya, dengan pembukaan kembali bertahap dari waktu ke waktu," kata Menteri Tanggap COVID-19 Chris Hipkins dalam konferensi pers, dilansir dari Channel News Asia.

Sementara itu, Warga Selandia Baru yang sudah divaksinasi penuh dan pemegang visa tinggal di negara tetangga Australia dapat melakukan perjalanan ke Selandia Baru mulai 16 Januari, sedangkan warga Selandia Baru yang sudah divaksinasi dan warga negara asing yang memiliki ijin tinggal akan diizinkan masuk mulai 13 Februari.

"Ini mengurangi potensi dampak pada komunitas rentan dan sistem kesehatan Selandia Baru," kata Hipkins.

Hipkins menambahkan bahwa nantinya wisatawan asing tidak lagi diharuskan untuk tinggal di fasilitas karantina negara, tetapi langkah-langkah lain akan dilakukan termasuk tes uji negatif Covid-19, bukti divaksinasi sepenuhnya, dan tes COVID-19 pada saat kedatangan.

 

Jepang Merasa Terganggu dengan Patroli Gabungan China-Rusia di Asia Pasifik

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia