logo


Australia Tetapkan Hizbullah sebagai Organisasi Teroris

Menteri Luar Negeri Australia mengatakan jika Hizbullah dinyatakan sebagai kelompok teroris setelah kelompok asal Lebanon itu diketahui memberikan dukungan kepada kelompok teroris lain

24 November 2021 13:41 WIB

Menteri Dalam Negeri Australia Karen Andrews
Menteri Dalam Negeri Australia Karen Andrews istimewa

CANBERRA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Australia pada Rabu (24/11) mengumumkan bahwa pihaknya sudah memasukkan kelompok Hizbullah, baik sayap politik maupun sayap militannya, ke dalam daftar kelompok teroris. Pengumuman tersebut disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Karen Andrews.

Dimasukkannya Hizbullah ke dalam kelompok teroris tentunya akan memperumit proses pengiriman bantuan ke Lebanon, yang tengah menghadapi krisis politik dan ekonomi yang parah selama beberapa bulan terakhir.

Berbicara kepada wartawan, Andrews menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena Hizbullah diketahui menawarkan dukungan kepada setidaknya dua kelompok teroris lain - yakni kelompok Jihad Islam Palestina dan Brigade Iss al-Din al-Qassam Hamas.


Amnesty Internasional Desak Komunitas Internasional Cairkan Aset Afghanistan

Selain itu, pada konferensi pers Andrews juga melabeli The Base, sebuah kelompok supremasi kulit putih, sebagai kelompok teroris, terutama setelah laporan mengungkapkan bahwa kelompok tersebut telah berusaha untuk merekrut anak-anak muda berusia 17 tahun di seluruh negeri.

Andrews menggambarkan The Base, yang dibentuk pada 2018 dan sejak itu menciptakan berbagai sel, sebagai "organisasi kekerasan, rasis, dan neo-Nazi". The Base juga sudah ditetapkan sebagai 'teroris' oleh Inggris dan Kanada.

"Itu berarti bahwa kami memiliki intelijen yang kredibel bahwa ada individu dengan kemampuan dan niat untuk melakukan serangan teroris di sini di Australia," kata Andrews dikutip Associated Press.

"Kami tahu bahwa ketika kami membuka perbatasan internasional kami, orang-orang akan mulai berkumpul dan berkumpul dalam jumlah yang lebih besar dalam kerumunan dan itulah hal yang dicari teroris," tambahnya.

WHO Prediksi Kematian Akibat Covid-19 di Eropa Tembus 2,2 Juta Kasus Selama Musim Dingin

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia