logo


Dikhianati Australia, Perancis Dekati Indonesia Incar Penjualan Jet Tempur Rafale

Perancis berupaya memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara di Asia Pasifik setelah dikhianati oleh Australia dalam penjualan kapal selamnya

23 November 2021 21:30 WIB

Jet Rafale
Jet Rafale istimewa

PARIS, JITUNEWS.COM - Prancis terus berupaya menjalin hubungan yang lebih dalam dengan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik, termasuk Indonesia, untuk menambal kerugian yang mereka derita setelah Australia secara sepihak membatalkan kontrak pengadaan kapal selam konvensional demi kapal selam nuklir melalui kerja sama pertahanan AUKUS bersama AS dan Inggris.

Seorang diplomat Perancis yang tidak disebut namanya mengatakan kepada Reuters bahwa Menteru Luar Negeri Jean-Yves Le Drian telah tiba di Jakarta pada Selasa (23/11) untuk membahas mengenai kerja sama pertahanan bilateral kedua negara, termasuk kemungkinan menawarkan pesawat tempur buatannya, Rafale.

"Perjalanan ini adalah tentang menegaskan kembali komitmen Prancis untuk Indo-Pasifik, dan untuk mengintensifkan hubungan dengan Indonesia," kata seorang sumber diplomatik Prancis kepada wartawan dalam sebuah pengarahan menjelang kunjungan dua hari Jean-Yves Le Drian di Indonesia, seperti dikutip Channel News Asia.


Negara Barat Kirim Penasihat Militer dan Senjata ke Ukraina, Begini Respons Rusia

Ia menambahkan jika kunci untuk mengembangkan hubungan itu adalah kerja sama militer yang lebih erat dengan Indonesia yang juga berencana meningkatkan kemampuan pertahanannya, termasuk dengan kemungkinan pembelian kapal selam, pesawat tempur, dan kapal perang.

"Prancis menggandakan hubungan Indo-Pasifik lainnya, termasuk Indonesia, dalam arti untuk mengimbangi kehilangan (kesepakatan dengan) Australia," tambahnya.

Selama beberapa bulan terakhir, Perancis juga sudah melakukan negosiasi dengan Indonesia terkait kemungkinan penjualan 36 unit jet tempur Rafale. Meski demikian, para pejabat Perancis tidak yakin jika kesepakatan tersebut akan tercapai pada akhir tahun ini karena masalah anggaran.

Vladimir Putin Bilang Dukungan Rusia terhadap Penyelesaian Konflik Palestina Tak Akan Berubah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia