logo


Negara Barat Kirim Penasihat Militer dan Senjata ke Ukraina, Begini Respons Rusia

Rusia mengatakan jika pengiriman senjata dan penasihat militer ke Ukraina bisa meningkatkan situasi konflik antara Rusia dan Ukraina

23 November 2021 20:45 WIB

Tentara Rusia
Tentara Rusia sputniknews

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Keputusan negara-negara barat untuk mengirimkan penasihat militer ke Ukraina bisa berpotensi meningkatkan situasi ketegangan Kiev-Moskow. Hal itu disampaikan oleh juru bicara pemerintah Rusia Dmitry Peskov pada Selasa (23/11).

"Pengiriman para penasihat militer dan senjata ke Ukraina seharusnya tidak dilakukan, karena ini lah yang membuatnya (ketegangan) terjadi. Para penasihat militer berdatangan ke sana (Ukraina), sistem senjata juga berdatangan ke sana tidak hanya dari Amerika Serikat tapi juga dari negara-negara NATO. Semua ini, tentunya, akan memicu peningkatan situasi di jalur kontak (perbatasan)," katanya, dikutip Sputniknews.

Juru bicara Kremlin itu juga menyoroti urgensi Kiev mengimplementasikan perjanjian Minsk. Ia juga mengungkapkan keprihatinan Rusia tentang aktivitas militer Ukraina "di jalur kontak".


BMKG Australia Prediksi La Nina Tahun Ini Berlangsung hingga Maret 2022

"Kami sangat prihatin dengan tindakan provokatif angkatan bersenjata Ukraina di jalur kontak dan persiapan untuk solusi militer yang mungkin, upaya untuk menyelesaikan masalah Donbass dengan kekerasan," kata Peskov.

Ketika laporan media meningkatkan klaim bahwa Rusia sedang mempersiapkan "invasi" ke Ukraina, Peskov mengecam tuduhan itu sebagai tidak berdasar dan "tidak masuk akal", dan menggarisbawahi bahwa Moskow tidak memiliki rencana untuk menyerang siapa pun.

"Rusia tidak membuat rencana agresif...dan sepenuhnya salah untuk mengaitkan setiap gerakan angkatan bersenjata Rusia di seluruh wilayah negara kita dengan rencana semacam itu. Ini tidak benar," tandasnya.

 

AS Jatuhkan Sanksi terhadap Perusahaan yang terkait Nord Stream 2, Rusia: Ini Ilegal

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia