logo


AS Jatuhkan Sanksi terhadap Perusahaan yang terkait Nord Stream 2, Rusia: Ini Ilegal

Rusia mengecam keputusan AS yang menjatuhkan saksi terhadap perusahaan yang terlibat dalam proyek Nord Stream 2

23 November 2021 20:15 WIB

Proyek Nord Stream 2
Proyek Nord Stream 2 istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Pemerintah Rusia mengecam keputusan Amerika Serikat yang menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan yang terlibat dalam pembangunan jalur pipa gas Rusia-Jerman Nord Stream 2.

"Sanksi Nord Stream adalah kelanjutan dari kebijakan sanksi ini, yang mana Washington dengan keras kepala menolak untuk menyerah ... Tentu saja, ini adalah sesuatu yang kami sikapi dengan sangat negatif, kami telah membicarakan hal ini lebih dari sekali. Tetapi sekali lagi, kami mempertimbangkannya. ini ilegal, salah, terutama dengan latar belakang upaya keras untuk mengembangkan dialog yang sebelumnya hilang," kata Peskov kepada wartawan pada Selasa (23/11).

Pada Senin (22/11), Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan jika Amerika Serikata akan menjatuhkan sanksi terhadap sebuah perusahaan perkapalan, Transadria Ltd. dan dua kapal yang terlibat dalam proyek pembangunan jalur pipa gas Nord Stream 2. Pemerintah AS meyakini jika jalur Nord Stream 2 tersebut akan membuat ketergantungan Eropa terhadap pasokan gas dari Rusia meningkat, sehingga Moskow bisa berbuat sewenang-wenang terhadap negara-negara barat.


AS Kembali Jatuhkan Sanksi bagi Perusahaan yang Terlibat Pembangunan Nord Stream 2

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menegaskan bahwa pembangunan jalur pipa gas tersebut sangat bermanfaat bagi Rusia dan Eropa. Lavrov juga membantah jika proyek tersebut adalah salah satu upaya Rusia dalam membuat Eropa semakin ketergantungan dengan pasokan energi dari mereka.

"Kami menganggap pembangunan konstruksi jalur pipa gas Nord Stream 2 merupakan murni proyek komersial dan saling menguntungkan. Tuduhan yang menyebut jika jalur pipa ini akan meningkatkan ketergantungan Eropa terhadap suplai gas dari Rusia tidaklah benar," kata Lavrov dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Hungaria.

BMKG Australia Prediksi La Nina Tahun Ini Berlangsung hingga Maret 2022

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia