logo


Lebih dari Setahun, Penyebab Ledakan Pelabuhan Beirut Masih Misterius

Pemerintah Lebanon telah menerima citra satelit yang menunjukkan gambaran Pelabuhan Beirut sebelum dan sesudah insiden ledakan pada Agustus 2020 lalu

23 November 2021 14:00 WIB

Ledakan Beirut
Ledakan Beirut Al Jazeera

BEIRUT, JITUNEWS.COM - Kementerian Luar Negeri Lebanon pada Senin (22/11) mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima citra satelit Pelabuhan Beirut menjelang ledakan dahsyat pada tahun lalu dari Rusia.

Menteri Luar Negeri Lebanon Abdallah Bouhabib mengatakan dia berharap gambar-gambar itu akan membantu mengungkap apa yang terjadi pada hari yang tragis itu.

“Kami berterima kasih dan sangat menghargai penerimaan citra satelit atas ledakan di Pelabuhan Beirut pada 4 Agustus 2020 dan kami akan menyerahkannya ke pengadilan Lebanon, dengan harapan dapat membantu mengungkap kebenaran tragedi yang melanda Lebanon ini,” Bouhabib katanya saat konferensi pers usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Moskow.


Gelombang Tsunami Covid-19, Pemerintah AS Larang Warganya Berkunjung ke Jerman dan Denmark

Sebelumnya, Badan antariksa Rusia Roscosmos mengatakan bahwa pihaknya akan menyerahkan citra satelit tersebut kepada Lebanon atas permintaan dari Presiden Lebanon Michel Aoun.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga berharap gambar itu dapat membantu Lebanon dalam proses penyelidikan.

Dia mengatakan bahwa gambar menunjukkan pelabuhan Beirut sebelum ledakan dan juga pemandangan setelah ledakan.

“Para ahli Roscosmos mengatakan itu akan membantu para spesialis mengetahui apa yang terjadi berdasarkan karakter kehancuran,” kata Lavrov.

“Mari berharap para ahli Lebanon, mungkin dengan bantuan rekan-rekan asing, akan menyelesaikan masalah ini yang telah menjadi gangguan politik serius bagi Lebanon,” katanya. “Kami ingin membantu menyelesaikannya secepat mungkin.”

Hampir 3.000 ton amonium nitrat - bahan yang sangat eksplosif yang digunakan dalam pupuk - telah disimpan secara tidak benar dan terbengkalai selama beberapa tahun di pelabuhan Beirut. Pada 4 Agustus 2020, pupuk tersebut menyala dan menyebabkan ledakan besar yang menewaskan lebih dari 216 orang dan melukai lebih dari 6.000 orang, serta menghancurkan sebagian kota.

Insiden itu bahkan digambarkan sebagai salah satu ledakan non-nuklir terburuk di dunia. Tetapi lebih dari setahun kemudian, masih belum diketahui apa yang memicu kebakaran awal yang menyebabkan ledakan, siapa yang bertanggung jawab untuk menyimpan material di pelabuhan, dan mengapa bahan itu bisa disimpan di sana begitu lama.

Belarusia Tunggu Jawaban dari Uni Eropa terkait Nasib Imigran Pencari Suaka di Perbatasan Polandia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia