logo


Sentil Buzzer, Roy Murtadho Sesalkan Isu Toleransi Sering Dijadikan Alat Penggebuk Gerakan Rakyat

Semua pihak yang kritis terhadap kebijakan rezim diserang buzzer.

23 November 2021 04:30 WIB

Roy Murtadho
Roy Murtadho twitter.com/murtadhoroy

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Aktivis Roy Murtadho mengaku sedih karena isu toleransi hingga pluralisme yang dulu diperjuangkan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur kini dijadikan buzzer sebagai alat penggebuk gerakan rakyat.

“(Buzzer) memukul semua pihak yang kritis terhadap kebijakan rezim,” cuitnya lewat akun Twitter @MurtadhoRoy, disitat Selasa (23/11).

Pengajar di Pesantren Ekologi Misykat al-Anwar Bogor itu menyebut perampas tanah, perumus kebijakan upah murah, hingga penganjur liberalisasi sektor pangan sedang bersembunyi di balik wajah toleransi dan kebhinekaan.


Wagub DKI Ungkap Cara Anies Baswedan Hadapi Serangan Buzzer

“Seolah-olah kalau sudah bhineka boleh merampas tanah masyarakat adat, sah untuk mengeksploitasi kelas pekerja, dan korupsi,” ujar dia.

Selain itu, Roy mengatakan perjuangan kebhinekaan saat ini sedang berada di titik terendah dan jauh dari yang diperjuangkan Gus Dur.

“Dulu Gus Dur berkomitmen pada republik, tapi berseberangan dengan rezim militer,” tuntasnya.

Dukung Tim Siber MUI DKI, Politikus PKS: Sepak Terjang Buzzer Sudah Mengkhawatirkan

Halaman: 
Penulis : Iskandar