logo


Mendulang Laba Segar dari Bisnis Pemasok Sayuran Potong

Dalam sehari pihak 3S mampu mengirim 500 kg - 1 ton sayuran potong kepada tiap pelanggan

19 Mei 2015 10:44 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jika kebanyakan pemasok menyediakan sayuran dalam bentuk utuh, maka berbeda dengan yang dilakukan oleh PT. Sayuran Siap Saji atau 3S. Perusahaan yang beralamatkan di Megamendung, Bogor ini, memilih untuk menyediakan sayuran segar dalam bentuk potong. "Awalnya kami melihat ada peluang usaha masuk ke dalam industri makanan, bekerjasama dengan restoran, katering dan hotel. Mereka butuh produksi siap olah dan dari sisi food safety terjaga,"ungkap Dedy F. Hadinata, pengelola 3S.

Karena itulah tiga tahun silam 3S berdiri dan mulai menggarap pasar yang belum banyak dijamah oleh pemasok lain ini. Menurut Dedy, dalam sehari pihaknya mampu mengirim 500 kg - 1 ton sayuran potong kepada tiap pelanggan. Sedangkan jumlah pelanggan 3S ada 12 suplayer."Yang paling banyak adalah sayuran potong caisim, bawang bombay, tomat, brokoli, dan kembang kol,"ujar Dedy yang mengatakan bahwa beberapa item produk 3S merupakan produk mix, atau gabungan dari beberapa jenis sayuran potong.

Menurut pengakuan Dedy, harga jual sayuran potong cukup menarik. Misalnya saja tomat potong, yang berhasil dijual 3S seharga Rp. 20.000 per kg. Harga itu berlipat empat kali dibandingkan harga tomat sayur utuh biasanya maksimal Rp 5.000 per kg.


Aneh dan Nyata, Inilah 3 Bisnis Tanpa Mengenakan Busana

Untuk membuat produk sayuran potong, Dedy menyebut prosesnya sederhana. Jika jenisnya sayuran daun, maka sayuran langsung dimasukan kedalam mesin pemotong dan kemudian dikemas. Tetapi, untuk membuat tomat potong, sedikit berbeda.

"Setelah tomat datang, kita lihat kondisinya, jika tingkat kematangan kurang, kita simpan beberapa hari, setelahnya tomat dipotong menjadi dua bagian dan dibuang bijinya secara manual. Lalu, potongan tomat dimasukan kedalam mesin pemotong, kemudian dikemas dan dikirim,"jabar Dedy yang mengungkapkan kapasitas produksi mesin potong milik 3S mencapai 500 kg per jam dengan rata-rata mesin bekerja selama 8 jam per hari.

Terkait bahan baku, 3S mengandalkan pasokan dari petani mitra di Lembang, Garut, Cipanas dan Bandung."Kami melakukan kemitraan dengan petani sayuran, harga beli kami ke petani adalah harga kontrak,"ujar Dedy.

Harga kontrak itu, lanjut Dedy diperbarui seminggu sekali dengan menyelaraskan perkembangan harga tomat dipasaran. Saat harga di pasaran naik dan lebih dari harga kontrak,"Kita cari selisihnya, misal harga kontrak Rp 5.000, lalu harga di pasaran Rp. 8.000, maka selisihnya Rp 3.000, nilai tersebut kita bagi dua, hasilnya Rp 1.500 dan ditambahkan ke harga kontrak lama, sehingga menjadi Rp 6.500,"kata Dedy yang mengungkapkan, kesepakatan tersebut dibuat agar pihaknya tak kesulitan mendapatkan bahan baku.

Deddy menyebut pihaknya tidak menutup tangan untuk berkerjasama dengan petani di mana saja, asalkan kualitas, kuantitas dan kontinunitasnya terjaga, dirinya siap menampung hasil panen petani.

Mau Buka Restoran? Buang Jauh Pikiran Ini!

Halaman: 
Penulis : Suciati, Hasballah