logo


Jokowi Anggap Rumitnya Birokrasi BUMN Hambat Laju Investasi, Rocky Gerung: Dia Ngaco

Rocky Gerung menilai BUMN berfungsi untuk mendistribusikan keadilan, bukan untuk mengumpulkan keuntungan

22 November 2021 16:50 WIB

Rocky Gerung.
Rocky Gerung. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan dosen ilmu filsafat sekaligus pengamat politik Rocky Gerung menilai Presiden Joko Widodo tidak memahami fungsi BUMN. Hal tersebut ia sampaikan setelah baru-baru ini Presiden Jokowi mengkritik birokrasi BUMN yang ia anggap sangat rumit dan bahkan menghambat laju investasi di Indonesia.

Dilansir dari wartaekonomi.co.id pada Senin (22/11), Rocky Gerung juga menilai Jokowi bukan seorang pemimpin yang baik. Menurutnya, seorang pemimpin tak seharusnya memarahi anak buah di hadapan publik.

Rocky Gerung berpendapat bahwa BUMN bukanlah alat untuk mengumpulkan keuntungan. Sehingga ketika diarahkan untuk berbisnis, maka dapat dipastikan akan mengalami kegagalan.


Legenda Bulu Tangkis Verawati Fajrin Tutup Usia, Jokowi Turut Berduka Cita

"Presiden memang nggak ngerti apa fungsi BUMN. BUMN itu fungsinya mendistribusikan keadilan, bukan mengakumulasi kapital atau keuntungan," tegas Rocky Gerung.

"Yang mesti melakukan akumulasi adalah market, bukan BUMN. Sekarang BUMN disuruh berbisnis, ya pasti gagal karena bukan wataknya untuk berbisnis," sambungnya.

Rocky menilai terhambatnya laju investasi disebabkan oleh kegagalan Presiden Jokowi dalam memahami fungsi BUMN tersebut.

"Kesalahan investasi itu akibat dari keinginan presiden untuk memberi penugasan BUMN untuk berbisnis," jelas Rocky Gerung.

"BUMN sudah salah kaprah dari awal, Presiden Jokowi adalah orang yang memutuskan siapa pun jadi komisaris, orang yang menunjuk Menteri BUMN. Jadi, salah dia sendiri. Dia ngaco, dia marah-marah sendiri," tukasnya.

 

Politikus PKB Sebut Jokowi Setuju Pemilu 2024 Digelar Februari

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia