logo


Covid-19 Eropa Mencekam, WHO Prediksi Jumlah Kematian Bisa Tembus Setengah Juta Kasus

Kawasan Eropa saat ini tengah dilanda gelombang baru Covid-19 dimana penambahan kasus infeksi harian di sejumlah negara sudah sangat mengkhawatirkan

21 November 2021 18:00 WIB

Direktur WHO Eropa Hans Kluge
Direktur WHO Eropa Hans Kluge istimewa

JENEWA, JITUNEWS.COM - Meningkatnya jumlah kasus infeksi Covid-19 di Eropa telah memicu kekhawatiran dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Berbicara kepada BBC, Direktur WHO untuk kawasan Eropa, Dr Hans Kluge memperingatkan jika jumlah kematian akibat wabah Covid-19 di Eropa kemungkinan bisa mencapai 500 ribu kasus pada Maret tahun depan, jika pemerintah negara di kawasan tersebut tidak segera mengambil tindakan tegas.

Peringatan tersebut ia lontarkan setelah sejumlah negara melaporkan adanya peningkatan kasus infeksi yang signifikan, bahkan tak sedikit negara yang jumlah penambahan kasus harian belakangan ini telah menembus rekor baru. Beberapa negara di Eropa juga mulai memberlakukan kembali kebijakan lockdown.


PPKM Level 3 Akan Diberlakukan Se-Indonesia, Ada Penyekatan Lalu Lintas?

Dr Kluge mengatakan jika peningkatan kasus infeksi yang signifikan tersebut dipicu oleh sejumlah faktor, diantaranya periode peralihan ke musim dingin, belum meratanya pendistribusian vaksin hingga penyebaran varian Delta Covid-19.

Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah untuk kembali memperketat aturan protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan melakukan metode pengobatan baru bagi pasien Covid-19.

"Covid-19 kembali menjadi penyebab nomor satu kasus kematian di kawasan kita," ujar Kluge dalam sebuah wawancara dengan media Inggris BBC.

"Kita sebenarnya sudah tahu apa yang perlu dilakukan (untuk melawan penyebaran virus)," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Dr Kluge juga meminta semua negara di Eropa untuk menjadikan vaksin sebagai sebuah syarat wajib bagi warganya. Ia mengatakan bahwa aturan mengenai wajib vaksin tersebut seharusnya tidak dianggap sebagai "pembatasan kebebasan masyarakat, tapi lebih kepada sebuah perangkat untuk menjaga kebebasan seseorang".

Demo Anti Lockdown di Belanda Berujung Bentrokan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia