logo


PPKM Level 3 Akan Diberlakukan Se-Indonesia, Ada Penyekatan Lalu Lintas?

Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan bahwa PPKM level 3 yang akan diberlakukan kembali pada akhir tahun ini nantinya sedikit berbeda dibanding dengan sebelumnya

21 November 2021 17:24 WIB

Menko PMK, Muhadjir Effendy
Menko PMK, Muhadjir Effendy Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah dipastikan akan kembali memberlakukan aturan PPKM level 3 di seluruh wilayah Indonesia. Aturan yang kemungkinan akan diumumkan pada Senin (22/11) ini diharapkan bisa membatasi pergerakan masyarakat dan juga mencegah potensi timbulnya kerumunan pada periode liburan akhir tahun.

"Pertemuan yang melibatkan banyak orang juga akan ditiadakan," kata Menko PMK Muhadjir Effendy, dalam siaran persnya pekan ini.

Muhadjir menjelaskan bahwa kebijakan PPKM level 3 yang akan diberlakukan kembali pada akhir tahun ini nantinya sedikit berbeda dari kebijakan PPKM level 3 sebelumnya. Pada aturan terbaru nanti, semua wilayah Indonesia, baik yang saat ini berstatus PPKM level 1 maupun level 2 akan kembali menerapkan aturan PPKM level 3.


Wabah Covid-19 Tak Terkendali, Pemerintah Austria Didesak Berlakukan Lockdown Total

"Kurang lebih sama, ada sedikit tambahan," katanya.

"Sehingga ada keseragaman secara nasional. Sudah ada kesepakatan, aturan yang berlaku di Jawa - Bali dan luar Jawa - Bali nanti akan diseragamkan," jelasnya.

Terkait dengan syarat perjalanan, Muhadjir menuturkan jika Kementerian Perhubungan dan Polri masih berkoordinasi terkait hal itu.

Meski pemerintah tidak akan melakukan penyekatan perjalanan antar daerah. Namun, Muhadjir tetap menghimbau masyarakat tidak melakukan perjalanan kecuali untuk kepentingan yang mendesak, dimana hal itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas kabinet.

"Intinya sesuai arahan presiden tidak ada penyekatan. Tidak ada penyekatan tetapi kita imbau, kita serukan kepada seluruh masyarakat untuk tidak bepergian. Kecuali untuk tujuan-tujuan primer," ungkapnya.

Selain membatasi pergerakan warga, Pemerintah nantinya juga akan melarang kegiatan-kegiatan yang memicu kerumuman dan berpotensi menyebarkan virus Covid-19, termasuk pesta tahun baru, pesta kembang api dan pawai pada saat malam pergantian tahun.

"Nanti akan kita batasi dan kita larang pertemuan-pertemuan berskala besar. Misalnya pesta old and new (pesta tahun baru) itu kita larang. Yang dibolehkan itu pesta old and new di tingkat keluarga saja. Mungkin 10 sampai 15 anggota keluarga masih diperbolehkan. Pesta di hotel menggelar ramai-ramai, hura-hura tidak boleh. Apalagi juga diikuti pesta petasan lalu pawai tahun baru, itu semua nanti akan dilarang," tegasnya.

 

Bangun Persatuan Lewat Spiritual Keagamaan, Menko PMK Buka Munas Generasi Muda Buddhis Indonesia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia