logo


Sebut Kemiskinan Akar Radikalisme, Prabowo: Juga Mereka yang Ditinggalkan yang Berkuasa

Prabowo Subianto mengungkapkan akar permasalahan yang membuat paham radikalisme tumbuh subur di Indonesia

21 November 2021 04:30 WIB

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto mengungkapkan akar permasalahan yang membuat paham radikalisme tumbuh subur di Indonesia. Ia menyebut ada sejumlah faktor, mulai dari kemiskinan hingga rakyat yang merasa ditinggalkan oleh para penguasa.

"Saya percaya bahwa ekstremisme, dan radikalisme akan tumbuh subur ketika ada kemiskinan, ketika ada ketidaksetaraan, ketidakadilan. Ketika rakyat kehilangan harapan," kata Prabow dalam Dialog The 17th International Institute for Strategic Studies (IISS) Manama Dialogue 2021, Sabtu (20/11/2021).

"Ketika warga miskin tidak mendapat perlakuan yang sama di mata hukum, ketika mereka merasa ditinggalkan oleh yang berkuasa, ini adalah lahan subur bagi radikalisme," sambungnya.


Desak Densus 88 Dibubarkan, Ormas Solo: Di Papua Jelas Ada Teror KKB, Kenapa Ulama yang Ditangkap?

Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa perlu adanya rasa keadilan, akuntabilitas pemimpin, perlakuan hukum yang sama, dan sistem demokratis yang nyata.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pemerintah terus menjalin hubungan baik dengan negara Timur Tengah. Pemerintah, kata dia, memberikan perhatian penuh terhadap peristiwa di Timur Tengah agar tercipta kedamaian. Pasalnya, kelompok garis keras di Indonesia sebagian besar dipengaruhi oleh kelompok dari Timur Tengah.

"Kami memantau dengan sangat cermat, dan kami menjaga hubungan baik dengan rekan-rekan di Timur Tengah di sektor kontraterorisme. Secara umum, kami terus mengawasi komplikasi keamanan regional," pungkasnya.

 

Ada Pengurus MUI Ditangkap Densus 88, Wapres Maruf Amin Angkat Bicara

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati