logo


Nadiem Makarim Disomasi, Kemendikbud: Yang Terpenting Warga Kampus Terlindungi dari Kekerasan Seksual

Nadiem Makarim disomasi oleh Kongres Pemuda Indonesia (KPI)

20 November 2021 09:51 WIB

Mendikbud Nadiem Makarim
Mendikbud Nadiem Makarim istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim disomasi oleh Kongres Pemuda Indonesia (KPI). Nadiem disomasi terkait Permendikbud No 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan TInggi (PPKS).

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Nizam, mengatakan bahwa pihaknya akan menanggapi somasi tersebut. Nizam mengatakan bahwa yang terpenting adalah memastikan warga kampus terlindungi dari kekerasan seksual.

"Ya somasi tentu akan kita tanggapi. Yang terpenting saat ini adalah memastikan warga kampus terlindungi dari kekerasan seksual," kata Nizam seperti diberitakan Detikcom, Sabtu (20/11).


Soal Permendikbud PPKS, Golkar: Tidak Mungkin Benarkan Aturan yang Bertujuan Legalisasi Hubungan Seks Bebas

Somasi dilayangkan karena keberatan dengan frasa 'persetujuan korban' dalam permen tersebut. Frasa dinilai membuka peluang mahasiswa melakukan seks bebas.

Nizam menilai pandangan tersebut tidak sesuai. Nizam mengatakan bahwa Permendikbud ini khusus menangani kekerasan seksual.

"Sama sekali tidak demikian. Permen ini memang khusus untuk menangani kekerasan seksual. Jadi mohon tidak dicampur adukkan. Kalau tentang akhlak mulia dan etika sudah ada pengaturannya sendiri, mulai dari UU sampai standar nasional pendidikan tinggi hingga pedoman-pedoman operasional maupun kode etik di perguruan tinggi," kata Nizam.

Sebelumnya, penasihat hukum Kongres Pemuda Indonesia, Georgian Obertha, mengatakan bahwa pihaknya keberatan dengan frasa 'persetujuan korban'.

"Alasannya dengan adanya frasa itu, seolah-olah hal yang dilarang dalam Permendikbud itu boleh dilakukan asal dengan persetujuan korban," kata Georgian, Jumat (19/11/2021).

"Menurut hemat kami, (Permendikbud No 30 Tahun 2021) malah membuka peluang terhadap perilaku seks bebas, terutama di lingkungan perguruan tinggi," tambahnya.

Dukung Permen PPKS, SETARA Institute: Langkah Signifikan dalam Upaya Penghapusan Kekerasan Seksual

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata