logo


Desak Densus 88 Dibubarkan, Ormas Solo: Di Papua Jelas Ada Teror KKB, Kenapa Ulama yang Ditangkap?

Sejumlah ormas Solo menilai Densus 88 tidak bekerja secara profesional

20 November 2021 04:30 WIB

Pasukan Densus 88.
Pasukan Densus 88. Istimewa

SURAKARTA, JITUNEWS.COM - Sejumlah organisasi massa Islam menggelar aksi Bela Ulama di Plaza Manahan, Solo, Jumat (19/11/2021).  Mereka mendesak agar Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dibubakan.

Aksi yang diikuti oleh anggota Majelis Mujahidin, Laskar Umat Islam (LUIS), dan Dewan Syariah Islam Surakarta (DKSK) dan sejumlah ormas lainnya itu dilakukan sebagai protes atas penangkapan Farid Ahmad Okbah, Anung Hammad, dan Zain An-Najah.

Mereka menilai Densus 88 tidak bekerja secara profesional. Pasalnya, Densus 88 disebut hanya menangkap para ulama, sementara aksi teror yang dilakukan KKB di Papua terkesan dibiarkan.


Soal Farid Okbah, PPP: Tidak Pernah Sepanjang Sejarah Dunia Teroris Lolos Masuk Istana

"Di Papua sudah jelas-jelas ada aksi-aksi teror yang dilakukan oleh KKB. Kenapa jusru ulama kita yang ditangkap," kata humas aksi, Endro Sudarsono.

Endro meminta agar Densus 88 melakukan evalusai agar bisa bertindak secara profesional. Apabila tidak ada perbaikan, maka desakan pembubaran Densus 88 dari berbagai ormas akan terus ada.

"Kalau seperti ini terus, maka tuntutan bubarkan Densus 88 akan terus ada" ujarnya.

 

Berharap Densus Urusan Terduga Koruptor Dibentuk, Politikus Partai Ummat Ini Yakin Ada Satu Parpol yang Bakal Dibekukan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati