logo


Pembuatan Sumur Resapan di DKI Berdampak Positif bagi Ekonomi, Ini Penjelasan Musni Umar

Proyek pembuatan resapan air merupakan proyek padat kerja.

19 November 2021 18:33 WIB

Musni Umar
Musni Umar politik.rmol.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pembangunan sumur resapan di DKI Jakarta di trotoar sempat menjadi perbincangan publik. Pasalnya, resapan itu berada di tempat yang lebih tinggi dari jalan raya—yang kerap digenangi air hujan.

Namun, akademisi Musni Umar memastikan sumur resapan itu efektif untuk mengurangi genangan di daerah yang cekung. Tak hanya itu, dia menilai pembuatan sumur resapan itu bisa berdampak positif bagi perekonomian.

“Pembuatan sumur resapan air hujan tidak saja efektif mengurangi genangan di wilayah yang cekung, tetapi juga mempunyai dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat,” tulisnya, seperti dikutip dari arahjaya.com, Jumat (19/11).


Didemo Buruh Soal Kenaikan UMP, Anies Janji Ringankan Biaya Hidup

“Saya menyaksikan dengan matakepala, banyak tenaga kerja yang gali sumur resapan dengan cangkul, linggis dan alat bor,” jelasnya.

Rektor Universitas Ibnu Chaldun itu lantas menyebutkan lima dampak ekonomi dari pembuatan resapan air besar.

Pertama, menurut dia, proyek pembuatan resapan air merupakan proyek padat kerja. Banyak warga yang meraup penghasilan dari proyek tersebut sehingga ekonomi di kalangan bawah bisa berputar.

“Kedua, warga mendapat pekerjaan. Kalau warga mendapat pekerjaan, maka otomatis mendapat penghasilan. Keluarga memiliki uang dan pasti berbelanja,” ujarnya.

Musni Umar melanjutkan poin ketiga, yakni proyek pembuatan sumur yang dilakukan para pekerja menjadi sarana pertumbuhan ekonomi karena warga memiliki penghasilan dan pasti berbelanja.

Keempat, terus dia, proyek pembuatan sumur resapan air hujan menjadi sarana pemerataan ekonomi. Rakyat kecil dapat pekerjaan dan penghasilan.

“Kelima, proyek pembuatan resapan air pasti mampu mencegah dan mengurangi banjir. Dampak ekonominya besar, karena secara langsung dan tidak langsung, perputaran ekonomi tidak terganggu akibat banjir,” jelasnya.

Sebelumnya, pegiat media sosial Eko Kuntadhi heran sumur resapan di DKI Jakarta dibangun di trotoar. Menurutnya, Pemprov DKI yang telah mengabaikan teori fisika tentang sifat air. Yakni mengalir ke tempat yang lebih rendah.

“Percuma belajar fisika yang berteori air mengalir ke tempat yang rendah. Di Jakarta, air bisa mendaki trotoar untuk masuk ke sumur resapan,” cuitnya lewat akun Twitter @_ekokuntadhi.

“Fakultas MIPA di kampus, mending bubar deh,” sambungnya.

Lawan Buzzer, MUI DKI Bakal Bentuk Pasukan Siber

Halaman: 
Penulis : Iskandar