logo


PM India Sebut Bitcoin Dapat Merusak Generasi Muda

PM India menekankan bahwa perdagangan mata uang kripto di India sudah diluar kendali pemerintah, oleh karena itu perdagangan tersebut harus dipantau secara ketat

19 November 2021 15:24 WIB

PM India Narendra Modi
PM India Narendra Modi Business Today

SYDNEY, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri India Narendra Modi pada Kamis (18/11) mengatakan bahwa mata uang kripto tidak boleh jatuh ke "tangan yang salah" karena berpotensi "memanjakan kaum muda kita".

Dia juga mendesak negara-negara demokrasi untuk bersatu memastikan hal ini tidak terjadi. Adapun pemerintah India saat ini tengah berencana untuk memperkenalkan undang-undang untuk mengatur mata uang kripto.

"Ambil contoh cryptocurrency atau bitcoin, misalnya. Penting bahwa semua negara demokratis bekerja sama dalam hal ini dan memastikannya (bitcoin) tidak jatuh ke tangan yang salah, yang dapat merusak generasi muda kita," kata Modi dalam forum virtual yang diselenggarakan oleh Institut Kebijakan Strategis Australia dari Sydney, dilansir Sputniknews.


Vladimir Putin Kecam Militer Polandia yang Gunakan Senjata Kimia untuk Halau Imigran

Pada kesempatan tersebut, Modi menekankan bahwa uang digital yang semakin populer di India saat ini berada di luar kendali pemerintah dan perlu dipantau secara ketat.

Menurut para ahli, lebih dari 100 juta warga India memiliki semacam saham dalam bentuk mata uang kripto dan menempatkan negara itu di belakang Amerika Serikat, Rusia dan Nigeria dalam hal proporsi pengguna yang terpapar bentuk uang baru. Pakar juga khawatir jika perdagangan uang virtual dapat digunakan untuk tindak pencucian uang dan penyelundupan.

Aktivitas Angkatan Udara NATO di Sekitar Perbatasan Belarusia Meningkat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia