logo


Tak Setuju MUI Dibubarkan, Ketum PAN: Kontribusinya Banyak untuk Menjaga Umat

Di media sosial muncul narasi menyerukan MUI dibubarkan.

19 November 2021 14:34 WIB

Zulkifli Hasan
Zulkifli Hasan Fajar.co.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Densus 88 Atiteror Polri menangkap Ketum Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Ustadz Farid Okbah, Ustadz Anung Al Ahmad, dan anggota dewan fatwa MUI nonaktif Ustaz Zain An Najah. Mereka juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Di media sosial muncul narasi menyerukan MUI dibubarkan. Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, menilai tuntutan tersebut berlebihan. Zulkifli mengatakan bahwa MUI sangat penting untuk bangsa.

"Saya kira tuntutan itu (pembubaran MUI) berlebihan. MUI ini penting sekali untuk bangsa dan negara. Kontribusinya banyak untuk menjaga umat dan nilai-nilai luhur agama bagi kehidupan kita bermasyarakat," kata Zulkifli Hasan kepada wartawan, Jumat (19/11).


Dituding Teroris Usai Bela MUI, Ustaz Hilmi: Ya Kalik Teroris Sering Nongol di TV dan Centang Biru

Menurutnya, secara logika MUI harusnya dijaga jika ada masalah dalam organisai.

"Jika ada yang bermasalah di dalamnya, justru logic-nya MUI harus kita jaga bersama," katanya.

Zulkifli mengatakan bahwa terorisme harus dilawan dan jangan sampai mengganggu stabilitas keamanan negara.

"Kalau itu (terorisme) jelas kita lawan. Jangan sampai masyarakat dirugikan dan stabilitas keamanan negara kita terganggu. Definisi dan batasannya saja yang harus diperjelas, masyarakat perlu tahu. Perlu diedukasi," katanya.

Zulkifli meminta pihak berwenang menjelaskan kepada masyarakat mengenai kasus terorisme ini. Ia tidak ingin masyarakat cemas dan terprovokasi.

"Jangan sampai masyarakat cemas, jelaskan semaksimal mungkin. Siapa dan bagaimana jejaring terorismenya, bagaimana 3 ustaz ini terhubung. Jangan sampai tidak jelas dan membuat masyarakat takut. Nanti terima tamu saja takut, mau nyumbang takut, hadir acara takut," katanya.

"Pesan saya jangan terprovokasi," lanjut Zulkifli.

Desak MUI Berbenah Usai Penangkapan Zain An-Najah, Setara Institute: Pastikan Tidak Jadi Instrumen Promosi Intoleransi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata