logo


Pertemuan Megawati dan Prabowo, Pengamat Bicara Kemungkinan Berkoalisi di 2024

Adi menyebut Puan adalah duplikasi wajah politik Megawati

19 November 2021 10:57 WIB

Puan Maharani, Megawati Soekarnoputri, dan Prabowo Subianto
Puan Maharani, Megawati Soekarnoputri, dan Prabowo Subianto Instagram Puan Maharani

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, bersama Ketua DPR, Puan Maharani, bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan. Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai pertemuan itu menunjukkan kemesraan elite politik.

"Secara umum, pertemuan itu menegaskan satu hal penting tentang kemesraan segi tiga elite politik antara Ketum PDIP, ketum Gerindra plus Menhan, dan Ketua DPR. Di periode kedua Jokowi, hubungan Mega dengan Prabowo terlihat begitu spesial dibandingkan dengan pertemuan dengan tokoh lain. Terlihat berbeda dan selalu ada pesan politik simbolik yang pastinya dikaitkan dengan pilpres 2024," kata Adi seperti diberitakan Detikcom, Jumat (19/11).

Menurutnya, Megawati dan Prabowo sudah biasa bertemu dengan tokoh politik lainnya. Adi menyebut publik bisa menilai ada hubungan spesial dalam pertemuan tersebut, soal kemungkinan berkoalisi di 2024.


Yakin Ganjar Pranowo Tetap di PDIP, Ganjarist: Punya Keteguhan, Punya Loyalitas

"Mega dan Prabowo juga terlihat sering bertemu tokoh-tokoh penting lain. Tapi tak viral, tak menjadi magnet. Beda ceritanya dengan setiap pertemuan Mega-Prabowo. Publik menilai ada 'hubungan spesial' tentang kemungkinan berkoalisi di pilpres," ucapnya.

Menurutnya, jika tak ada halangan kemungkinan PDIP dan Partai Gerindra berkoalisi di 2024 nanti. Adi menyebut ada kemungkinan menduetkan Prabowo dengan Puan dalam Pilpres.

"Jika tak ada tsunami politik, PDIP dan Gerindra 1000 persen bisa dipastikan bakal berkoalisi. Opsinya mungkin menduetkan Prabowo-Puan, tapi sangat mungkin juga mengusung duet Ganjar-Sandi yang belajangan jadi 'darling' soal pencapresan. Coba kita lihat, setiap pertemuan Mega-Prabowo selalu ramai, happening, dan memantik spekulasi. Yang selalu mengemuka tentu soal kepastian koalisi dua partai ini," ujarnya.

Adi menyebut Puan adalah duplikasi wajah politik Megawati. Menurutnya, kehadiran Puan dalam pertemuan meyakini soal kemungkinan duet dengan Prabowo di pilpres.

"Puan duplikasi wajah politik Megawati. Kehadiran Puan dalam momen itu makin menebalkan keyakinan soal kemungkinan duet Prabowo-Puan. Setidaknya itu yang saat ini terjadi. Ke depan mungkin saja ada perubahan skenario soal siapa yang akan diusung bersama, yang jelas PDIP dan Gerindra seakan ingin mengunci bahwa mereka pasti jalan bersama menuju 2024," tuturnya.

PPKM Level 3 Saat Nataru, PDIP Sarankan Pemerintah Tegas Larang Mudik

Halaman: 
Penulis : Admin