logo


Akui Ada Potensi Penyiksaan di Lapas Pakem, Komnas HAM Sebut Ada Motif Disiplin yang Berlebihan

Choirul Anam menilai bahwa peristiwa penyiksaan di Lapas Pakem terjadi karena pelanggaran konvensi anti-penyiksaan hingga pelanggaran pidana.

19 November 2021 06:30 WIB

Choirul Anam Komnas HAM
Choirul Anam Komnas HAM indopolitika

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam mengakui ada potensi penyiksaan yang sangat besar di dalam Lapas Narkotika II A, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Hal tersebut, ia sampaikan dalam program Mata Najwa, Rabu (17/11/2021).

"Menurut saya, kalau pertanyaan besarnya apakah terjadi sebuah peristiwa HAM? (Ya), dugaan potensi pelanggaran HAM sangat besar. Apakah terjadi peristiwa penyiksaan? Dugaan peristiwa penyiksaan sangat besar," ujarnya.

Choirul Anam menilai bahwa peristiwa penyiksaan di Lapas Pakem itu bukan terjadi karena pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP), melainkan pelanggaran konvensi anti-penyiksaan hingga pelanggaran pidana.


Desak Yasonna Usut Kasus Penyiksaan Napi Yogya, NasDem: Memalukan, Ini Pelanggaran HAM

Ia juga menila bahwa motif penyiksaan tersebut bukan karena uang, melainkan karena penerapan disiplin yang berlebihan. Hal tersebut, kata dia, tidak lepas dari predikat lapas narkotika percontohan yang diberikan oleh Badan Narkotika Nasonal (BNN) terhadap Lapas Narkotika IIA Pakem itu. Meski demikian, ia tidak membenarkan adanya penyiksaan di dalam lapas.

"Enggak boleh meletakkan semangat baik itu untuk melegitimasi proses-proses kekerasan, proses-proses kejam yang lain, termasuk merendahkan yang lain," ucapnya.

Bakal Berikan Rekomendasi Pelecehan KPI, Komnas HAM: Minggu Depan Konsentrasi Kesimpulan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati