logo


Desak MUI Berbenah Usai Penangkapan Zain An-Najah, Setara Institute: Pastikan Tidak Jadi Instrumen Promosi Intoleransi

Setara Institute sebut MUI telah kecolongan dengan menerima Zain sebagai anggota Komisi Fatwa

19 November 2021 05:30 WIB

Ketua Setara Institute Hendardi.
Ketua Setara Institute Hendardi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Setara Institute, Hendardi mendesak Majelis Ulama Indonesia (MUI) melakukan pembenahan usai ditangkapnya anggota Komisi Fatwa MUI Zain An-Najah oleh densus 88 Antiteror Polri. Hal tersebut, kata dia, perlu dilakukan untuk memastikan bahwa MUI tidak berafiliasi dengan jaringan terorisme.

"Penangkapan An-Najah harus menjadi momentum koreksi serius bagi MUI untuk melakukan upaya-upaya eksta, memastikan tidak menjadi instrumen promosi intoleransi. Bukan hanya MUI di tingkat pusat, MUI di berbagai tingkatan juga mesti berbenah," kata Hendardi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/11/2021).

Hendardi menilai bahwa penangkapan Zain tersebut menjadi gambaran bahwa jaringan radikalisme dan terorisme telah menyusup institusi sosial secara sistematik.


Farid Okbah Pernah Bertemu Jokowi, Pengacara: Di Mana Muka Teman-teman BIN? Berarti Kecolongan

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa MUI telah kecolongan dengan menerima Zain sebagai anggota Komisi Fatwa. Ia khawatir dengan hadirnya sosok seperti Zain, maka akan memunculkan legitimasi praktik intoleransi.

"Sekalipun dalam perspektif MUI fatwa-fatwa tersebut bagian dari tugas dakwah, tatapi MUI tidak pernah menghitung secara seksama risiko dan dampak yang ditimbulkan dari fatwa terhadap kehidupan kebangsaan dan kenegaraan," ujarnya.

Dituding Teroris Usai Bela MUI, Ustaz Hilmi: Ya Kalik Teroris Sering Nongol di TV dan Centang Biru

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati