logo


RS Sudah Penuh, Slovakia Berlakukan Lockdown Khusus bagi Warga yang Belum Divaksin

Meningkatnya jumlah kasus infeksi dalam beberapa hari terakhir membuat seluruh fasilitas rumah sakit di Slovakia berada dalam kondisi yang kritis dengan okupansi tempat perawatan yang hampir 100 persen

17 November 2021 15:30 WIB

Petugas medis Covid-19
Petugas medis Covid-19 istimewa

PRAHA, JITUNEWS.COM - Hampir semua rumah sakit di Slovakia dikabarkan tengah berada di situasi kritis dimana negara tersebut kini berjuang menghadapi peningkatan kasus infeksi Covid-19. Perdana Menteri Eduard Heger mengatakan bahwa pemerintah pada Kamis (18/11) akan menyetujui kebijakan untuk membatasi akses sejumlah layanan dan fasilitas umum bagi warga yang belum divaksinasi.

Rata-rata penambahan kasus infeksi di negara dengan jumlah penduduk total mencapai 5,5 juta jiwa tersebut dilaporkan mencapai 6.500 per hari belakangan ini. Kementerian Kesehatan Slovakia, pada Selasa (16/11) mengatakan bahwa hanya ruang perwatan yang dilengkapi dengan ventilator di negara tersebut tersisa 20 unit saja.

"Situasi di rumah sakit sangat kritis," kata Heger kepada para wartawan, dilansir Channel News Asia pada Rabu (17/11).


Para Alhi Yakin jika Semua Virus Covid-19 di Masa Depan adalah Turunan dari Varian Delta

"Kita perlu memperketat (aturan pembatasan) secara signifikan selama tiga pekan ke depan untuk menenangkan situasi di rumah sakit," tambahnya.

Heger menyatakan bahwa dalam aturan pembatasan baru tersebut, nantinya hanya warga yang sudah divaksin yang diijinkan untuk mendatangi acara-acara besar. Selain itu, pemerintah Slovakia juga akan menetapkan aturan tes Covid-19 di seluruh tempat kerja.

"Saat orang-orang tidak peduli (tidak divaksin), tentu saja para staf kami sangat frustrasi karena mereka hanya bisa merawat pasien selain Covid-19," kata Lubomir Sarnik, seorang Direktur di rumah sakit J.A. Reiman University.

Slovakia sejauh ini masih menjadi salah satu negara dengan tingkat vaksinasi terendah di Eropa dimana baru 45 persen penduduknya yang sudah menerima suntikan vaksin Covid-19. Angka tersebut jauh dibawah rata-rata tingkat vaksinasi negara-negara Eropa yang mencapai hampir 65 persen.

 

Presiden Joe Biden Bilang AS Tak Dukung Kemerdekaan Taiwan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia