logo


Pimpinan KPK Sebut Selalu Ada Peluang Bisnis PCR

Menurutnya, pihak-pihak tertentu bisa memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan.

17 November 2021 14:44 WIB

Pimpinan KPK Alexander Marwata
Pimpinan KPK Alexander Marwata kumparan.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengatakan bahwa pihaknya akan menelaah laporan terkait dugaan bisnis PCR.

"Laporannya seperti apa tentu nanti laporan tersebut ditelaah terhadap para pihak yang melaporkan yang akan kita klarifikasi apakah ada bukti-bukti awal yang untuk ditindaklanjuti ke tingkat penyidikan misalnya tetapi prinsipnya seperti itu kami melakukan tindak lanjut atas laporan masyarakat tersebut," kata kata Alex kepada wartawan, Rabu (17/11).

Alex menyebut bahwa urusan PCR selalu ada peluang bisnis. Menurutnya, pihak-pihak tertentu bisa memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan.


KPK Tingkatkan Upaya Pencarian Harun Masiku, ICW: Masyarakat Sudah Tidak Percaya

"Nanti di tingkat penyelidikan adalah audit investigasi misalnya, atau berkoordinasi dengan BPK dan BPKP untuk mendalami lebih lanjut," ucapnya.

"Ini kan (PCR) selalu ada peluang bisnis di dalam kondisi-kondisi seperti itu ya, yang pinter memanfaatkan situasi itu lah yang mendapatkan keuntungan," imbuhnya

Alex mengatakan bahwa KPK mengetahui harga standar PCR di Kementerian Kesehatan.

"Karena yang mengadakan antigen, PCR itu kan ada di Kemenkes juga kita lihat harganya di sana kita lihat, kita cek. Mekanismenya jauhnya, kita lihat harga pcr dari Rp 1,5 (juta), ke Rp 500 (ribu) ke Rp 300 (ribu) juga," kata Alex.

Sebelumnya, Partai Adil Makmur (Prima) melaporkan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri BUMN, Erick Thohir, terkait dugaan adanya bisnis tes PCR.

"Saya nggak tau apakah sudah ada pihak yang melaporkan ke dumas atau belum. Laporannya seperti apa tentu nanti laporan tersebut ditelaah terhadap para pihak yang melaporkan yang akan kita klarifikasi apakah ada bukti-bukti awal yang untuk ditindaklanjuti ke tingkat penyidikan misalnya," ujarnya.

Demi Kepentingan Ibadah, PKS Usul Pemerintah Gratiskan Biaya PCR Jemaah Haji dan Umrah

Halaman: 
Penulis : Admin