logo


Ajak Tak Hadiri Reuni Akbar 212, Muannas Alaidid: Tak Ada Faedahnya

Muannas menyebut penyelenggara Reuni 212 didominasi dua ormas terlarang, yakni FPI dan HTI.

16 November 2021 17:17 WIB

iNews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Eksekutif Komite Pemberantasan Mafia Hukum (KPMH) Muannas Alaidid berharap umat Islam tidak menghadiri Reuni Akbar 212 lantaran tak ada manfaatnya sama sekali.

“Saya berharap semua pihak tidak hadir di acara itu, karena tidak ada faedah dan maslahatnya,” ujar Muannas, dilansir dari Pojoksatu.id, Selasa (16/11).

Muannas juga menyebut inisiator Reuni Akbar 212 berasal dari kelompok FPI dan HTI. Keduanya merupakan ormas terlarang.


Jangan di Monas Lagi! Denny Siregar Sarankan Reuni 212 Digelar di Papua

“Publik tahu, penyelenggara acara itu didominasi dua ormas terlarang yaitu FPI dan HTI,” sebutnya.

Oleh karena itu, Muannas meyakini Persaudaraan Alumni (PA) 212 bakal bernasib sama dengan dua ormas tersebut.

“Tunggu aja nanti PA 212 ini juga nasibnya sama bakal layu mati sendiri seperti yang lain,” cetus Muannas.

Sebelumnya, Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin memastikan pihaknya akan menggelar Reuni Akbar 212 di Monas pada 2 Desember 2021.

"Insyaallah tetap jadi reuni akbar 212 dan untuk tempat seperti biasanya di Monas," kata Novel Bamukmin.

Sayangnya, Novel belum bisa menjelaskan secara detail soal Reuni Akbar 212. Pasalnya, mekanisme kegiatan masih dalam proses pematangan.

"Semuanya saat ini masih berproses dan hari ini kami masih rapat untuk menggodok persiapannya," jelasnya.

Diketahui, Aksi 212 merupakan gerakan yang dimulai sejak 2016 oleh GNPF Ulama. Saat itu, gerakan tersebut memiliki misi untuk memenjarakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dianggap menista kitab suci Al-Qur’an.

Masih Pandemi, Reuni Akbar 212 Sebaiknya Digelar via Zoom

Halaman: 
Penulis : Iskandar