logo


Suparno, Hidup Untuk Melestarikan Batik

Turut serta mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan batik tulis Wonogiri

19 Mei 2015 10:33 WIB

Suparno, pemilik Parnaraya Batik
Suparno, pemilik Parnaraya Batik

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Batik merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari kekayaan budaya indonesia yang telah diakui oleh Unesco. Adalah Suparno Salah satu sosok pengusaha muda, yang turut serta mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan batik tulis Wonogiri.  

Selain untuk melestarikan batik, Suparno juga memiliki hati yang mulia yakni ingin menaikkan taraf hidup masyarakat di desa kelahirannya, yaitu Desa Widoro, Kec Sidoharjo Kab. Wonogiri – Jawa tengah. Di desa kelahirannya sendiri, masih banyak masyarakat sekitar hidup di garis kemiskinan, bahkan ia pernah melihat seorang ibu ingin berobat harus menggadaikan surat tanahnya terlebih dahulu ungkapnya kepada Jitunews.com saat dihubungi melalui pesawat telephon.


Hilangkan 5 Kebiasaan Buruk Ini Jika Ingin Sukses, Apa Saja?

Dari situlah ia bertekad untuk memberdayakan masyarakat melalui usaha batiknya yang bernama Parnaraya Batik. Usaha batiknya sendiri berdiri pada tanggal 11 Oktober 2011, dengan modal awal sekitar 1,2 M. Awal merintis usaha ini, ia harus bekerja ekstra keras untuk mengajarkan masyarakat bagaimana cara membuat batik. “Masyarakat di sini tidak ada yang mempunyai kemampuan membatik, saya kursuskan mereka terlebih dahulu agar bisa membatik” ujarnya bercerita tentang awal-awal berdirinya usaha ini.

Kendala sumber daya manusia yang dihadapinya, tak lantas membuatnya patah arang untuk merintis, malah semakin memacu semangatnya untuk terus membangun usaha batik tulisnya ini. “ Melihat mereka bisa berubah, dari yang tidak bisa apa-apa, menjadi bisa merupakan hal yang tidak ternilai harganya,” ungkap ayah 2 anak ini senang.

Terbukti dengan awalnya hanya memiliki 1 orang pengrajin, sekarang usaha batiknya telah memiliki 102 orang karyawan. Meskipun untuk usaha yang telah berjalan selama 4 tahun ini, baru bisa meraup omset sekitar 50-60 Juta/bulan. Ia tetap merasa bersyukur.

Tawarkan batik berkelas premium. Lebih dari 100 motif yang ada di Indonesia, namun Parnaraya Batik tetap mempertahankan motif batik Wonogiri yang didominasi oleh motif flora dan fauna sebagai konsep batiknya.  Misalnya motif jambu mete, singkong, daun, terumbu karang, kupu-kupu, dan burung. Ia mengaku memilih jenis batik ini dikarena batik Wonogiri cenderung abstrak dan kontemporer. Serta di dukung dengan warna-warna cerah yang dihasilkan.

Untuk harga jualnya sendiri, Suparno mematok harga batik yang ia tawarkan mulai dari Rp 120.000 hingga Rp 1.700.000. Meski lumayan mahal, namun pria kelahiran 4 Juni 1970 ini bisa menjamin kualitas batik yang di produksinya.

“Meski harganya lumayan, tapi kain yang kita gunakan untuk membatik,berasal dari kain katun primissima yang berkualitas tertinggi, sehingga banyak yang bilang produk kami bahannya lebih adem,” ujarnya sambil berpromosi.

Raih berbagai penghargaan. Setelah melewati lika-liku saat memulai usaha, buah manis pun akhirnya ia raih. Selain telah membuka lapangan pekerjaan bagi warganya yang kurang mampu, dirinya pun telah mendapat pengakuan beberapa instansi pemerintah berkat kesuksesannya menjadikan desa tempat tinggalnya sebagai juara II untuk desa berkembang dan atas tangan dinginnya pula, di tahun 2014 silam Parnaraya Batik meraih Jateng Post Award.

Kesuksesaan yang ia raih saat ini memang memerlukan jalan yang berkelok dan berliku, namun ia mempunyai keyakinan untuk meraih kesuksesan, dibuktikan 3 hal yang menjadi pegangan dalam hidupnya yakni “Fokus, serius dan selalu bersyukur kepada Sang Pencipta.”

Biodata :
Nama lengkap   : Suparno
TTL                   : Sidoharjo, 4 Juni 1970
Hobby               : Jalan-jalan, olahraga,
Status               : Sudah menikah
Agama              : Islam
Jumlah anak     : 2 orang

Info Lebih Lanjut Bisa Menghubungi :
Parnaraya Batik

Email        : Suparnomultigroup5@gmail.com
Website    : http://www.parnarayabatik.com/

Jangan Sampai Terkena 6 Jebakan Uang Ini

Halaman: 
Penulis : Hartati, Hasballah