logo


Austria Mulai Berlakukan Lockdown Khusus bagi Warga yang Belum Divaksinasi

Kanselir Austria mengatakan bahwa aturan lockdown baru ini hanya ditujukan bagi warga yang belum mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19 atau yang belum dinyatakan sembuh dari infeksi virus

15 November 2021 17:00 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

WINA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Austria mulai hari ini, Senin (15/11) mulai memberlakukan kebijakan lockdown baru, dimana hanya ditujukan bagi warganya yang belum menerima dua dosis vaksin Covid-19 atau bagi yang belum dinyatakan sembuh dari infeksi virus tersebut.

"Ini bukanlah sebuah langkah yang mudah untuk diambil, tetapi perlu. Risiko bagi orang yang tidak divaksinasi jauh lebih tinggi. Oleh karena itu, kami terpaksa mengambil langkah sulit ini untuk mengurangi jumlah kontak," kata Kanselir Austria, Alexander Schallenberg, dikutip RT.com.

Schallenberg mengatakan gelombang infeksi keempat telah melanda negara itu dengan “kekuatan penuh.”


Republik Ceko Siap Bantu Polandia Tangani Krisis Imigran di Perbatasan

Sang Kanselir sekali lagi mendesak warga untuk divaksinasi guna "memutus" rantai penyebaran wabah.

“Kalau tidak, kita tidak akan pernah lepas dari lingkaran setan ini.”

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada Kamis (11/11), Schallenberg mengatakan bahwa aturan lockdown baru tersebut secara otomatis akan diberlakukan setelah setidaknya 30 persen ruang ICU yang tersedia di semua rumah sakit di Austria sudah terisi oleh pasien Covid-19.

“Menurut rencana tambahan, kami sebenarnya hanya memiliki beberapa hari sampai kami harus memberlakukan penguncian untuk orang yang belum divaksinasi secara penuh,” kata Schallenberg.

Sejauh ini, 65 persen dari total penduduk Austria sudah menerima dua dosis suntikan vaksin Covid-19. Artinya, 35 persen penduduk Austria atau setidaknya sekitar 3,1 juta jiwa warga akan terdampak aturan lockdown baru itu.

PM Polandia Desak NATO Ambil Tindakan terkait Situasi Krisis Imigran di Perbatasannya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia