logo


Ragu JK Jadi Ketum PBNU, Peneliti: Ia Ingin Pensiun Urusan Politik dan Organisasi

JK harus bekerja keras mencari dukungan apabila ingin menjadi calon Ketum PBNU

15 November 2021 07:00 WIB

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, saat memberikan pernyataan resmi di acara Delegasi Indonesia pada Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2019, di Jenewa, Swiss, Rabu (15/5)
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, saat memberikan pernyataan resmi di acara Delegasi Indonesia pada Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2019, di Jenewa, Swiss, Rabu (15/5) Kemlu

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat Politik Adi Prayitno menilai Jusuf Kalla sangat potensial sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pasalnya, JK memiliki pengalaman politik dan organisasi yang kuat.

"JK sangat potensial jadi ketum PBNU. Pengalaman politik, organisasi, dan mengelola jaringan masjid teruji. Dari berbagai penjuru mata angin tak ada yang meragukan kapasitas JK yang punya jaringan kuat. Dan sangat menarik kalau JK ikutan kontes pemilihan ketum PBNU biar lebih variatif karena muncul tokoh NU dari non Jawa," kata Adi, kepada wartawan, Minggu (14/11/2021).

Meski demikian, ia menilai JK harus bekerja keras mencari dukungan apabila ingin menjadi calon Ketum PBNU. Hal tersebut, kata dia, mengingat Ketum PBNU biasanya orang Jawa.


KITA Jabar Dukung Kiai Said Aqil Siradj Jabat Ketum PBNU Lagi

"Jikapun ingin maju JK harus kerja keras dan tak mudah cari dukungan. Karena calon kuat mengerucut ke dua orang. Kyai Said sebagai petahana dan Gus Yahya. Dan selama ini tradisi ketum PBNU itu harus orang jawa. Dengan kata lain JK tak terlampau dihitung jadi calon ketum PBNU," ujarnya.

Disisi lain, Adi juga meragukan JK mau maju menjadi calon Ketum PBNU. Ia menyebut JK akan pensiun dari dunia politik. Selain itu, kata dia, memimpin PBNU bukanlah tugas yang mudah.

"Problemnya, apa JK mau ikutan tanding jadi ketum PBNU? Rasa-rasanya JK terlihat ingin pensiun dari urusan dunia politik dan organisasi. Karena ngurus NU tak mudah, berat dan begitu beragam," bebernya.

Minta JK Jadi Ketum PBNU, Demokrat: Fokus Besarkan Organisasi, Tak Perlu Hadiah

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati