logo


Transaksi Solo Great Sale 2021 Capai Rp1,1 T, Gibran: Daya Beli Masyarakat Masih Terkendali saat Pandemi

Gibran memastikan pihaknya bakal terus mendorong akselerasi inkubasi bagi UMKM.

13 November 2021 11:34 WIB

(dari kiri) Walkot Solo Gibran Rakabuming, MenkopUKM Teten Masduki
(dari kiri) Walkot Solo Gibran Rakabuming, MenkopUKM Teten Masduki Prokompim Pemkot Solo

SOLO, JITUNEWS.COM – Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka mendampingi Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara peluncuran Roadshow Klinik UMKM “Berdayakan UMKM, Lahirkan Pahlawan Digital Baru” di Solo Technopark, Jumat (12/11).

Gibran mengatakan Kota Solo terus berupaya membangkitkan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui acara Solo Great Sale 2021 yang banyak diikuti UMKM di Kota Solo.

“Sebagai laporan kepada Pak Menteri (Teten Masduki –red) bahwa Solo Great Sale 2021 mencapai nilai transaksi Rp1,1 triliun dari target Rp800 miliar. Artinya daya beli masyarakat masih terkendali di tengah pandemi,” jelas Gibran.


Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Gibran Bakal Genjot Event Budaya di Kota Solo

Putra sulung Presiden Jokowi itu memastikan pihaknya bakal terus mendorong akselerasi inkubasi bagi UMKM. Gibran ingin UMKM dapat naik kelas, terlebih di tengah pandemi.

“Patut kita syukuri di tengah pandemi, UMKM kita dipaksa go digital. Kita juga sudah mulai pasar tradisional kita untuk cashless. Saya yakin ke depan bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gibran berpesan agar Solo Technopark dimanfaatkan sebagai ajang UMKM scaling-up, karena merupakan tempat berkumpulnya para unicorn, CEO, pengusaha sukses, hingga orang-orang kreatif dan produktif.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap kalangan perbankan mengubah cara pandang dalam penyaluran kredit kepada UMKM.

“Bila selama ini lebih dominan dengan pola pandang terhadap ketersediaan dan kekuatan agunan, maka sebaiknya sudah mulai menilai dari sisi kelayakan atau cashflow usaha UMKM,” kata Teten.

Teten menyebut, kredit perbankan bagi UMKM saat ini baru sebesar 19,8 persen. Angka itu akan ditingkatkan menjadi di atas 30 persen pada 2024 mendatang.

"Oleh karena itu, digitalisasi UMKM tidak hanya fokus pada sisi pemasaran saja. Lebih dari itu, dalam pengelolaan bisnis UMKM juga harus sudah digital. Jadi, pihak perbankan bisa melihat dengan jelas kelayakan usaha dan cashflow UMKM secara digital," terang dia.

Dia mengungkapkan, hingga saat ini, setidaknya 16,4 juta UMKM telah terhubung ke dalam ekosistem digital. Angka ini meningkat hampir 105 persen.

"Target hingga 2024 sebanyak 30 juta pelaku UMKM sudah onboarding di platform-platform digital. Kami akan lebih menyasar pelaku usaha mikro yang jumlahnya masih sangat dominan," jelasnya.

Demi mengurangi jumlah usaha mikro dengan strategi scaling-up, Teten meminta para kepala daerah untuk mengembangkan keunggulan domestik yang dimiliki masing-masing.

"Keunggulan domestik itu harus dikembangkan. Daerah yang pilih sendiri sektor mana yang bisa di-scaling up," cetus Teten.

Sementara itu, CEO Bukalapak Rahmat Kaimuddin menjelaskan pihaknya siap menyediakan infrastruktur pasar digital guna mendorong UMKM go digital.

"Kami menyiapkan infrastruktur pasar digital. Hal lainnya seperti pembinaan dan inkubasi disinergikan dengan pihak lain. Makanya, kita bersinergi dengan Kementerian Koperasi dan UKM,” ujar Rahmat.

Pulihkan Ekonomi Pasca Covid-19, Solo-Jogja Sepakat Bersinergi

Halaman: 
Penulis : Iskandar