logo


Desak Erick Thohir Bentuk Super Holding, KOMPAS BUMN: Jika Tidak Mampu, Mundur!

Fathul Jaya menilai Erick Thohir tidak peka terhadap mimpi Presiden Joko Widodo yang ingin memiliki Super Holding BUMN

13 November 2021 09:46 WIB

unjuk rasa KOMPAS BUMN
unjuk rasa KOMPAS BUMN

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekelompok massa yang tegabung dalam wadah bernama Komite Mahasiswa dan Pemuda Selamatkan (KOMPAS) BUMN mendesak Menteri BUMN Erick Thohir membentuk Super Holding BUMN. Mereka meyakini perekonomian Indonesia akan maju apabila memiliki Super Holding Temasek seperti Singapura.

"Jika Indonesia memiliki Super Holding BUMN, maka Indonesia akan maju seperti Singapura yang memiliki Super Holding Temasek. Sehingga, kesejahteraan seluruh Rakyat Indonesia bisa diwujudkan sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945," kata Koordinator lapangan KOMPAS BUMN, Fathul Jaya saat menyampaikan aspirasinya dalam unjuk rasa di depan Gedung Kemeterian BUMN, Jakarta, Jumat (12/11/2021).

"Jika Kementerian BUMN diubah menjadi Super Holding BUMN, selain kerjanya bisa lebih profesional dan optimal, bisnis BUMN Indonesia akan mendunia layaknya gurita bisnis Temasek," sambungnya.


Deklarasikan Luhut-Erick Maju Pilpres 2024, Relawan PCR Sebut Keduanya Sukses Atasi Covid-19

Meski demikian, Fathul Jaya menilai Erick Thohir tidak peka terhadap mimpi Presiden Joko Widodo yang ingin memiliki Super Holding BUMN. Oleh karena itu, ia mewakili KOMPAS BUMN menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Erick Thohir selaku pimpinan BUMN.

Berikut, aspirasi dan tuntutan KOMPAS BUMN:

1. Segera bentuk Super Holding agar BUMN menjadi profesional dan optimal, sehingga perekonomian Negara dan kesejahteraan Rakyat Indonesia bisa terwujud sesuai UUD 1945.
2. Meminta Erick Thohir lebih peka dan responsif terhadap ide serta gagasan besar Presiden Jokowi.
3. Jika Erick Thohir memang tidak mampu mengelola BUMN dengan baik dan meneruskan ide besar Presiden Jokowi, maka lebih baik Erick Thohir mengundurkan diri dari jabatan Menteri BUMN.
4. Meminta Presiden Jokowi mengevaluasi kinerja Menteri BUMN Erick Thohir. Dan jika memang tidak bagus, maka Presiden Jokowi harus segera menggantinya.

 

Tegaskan Tak Ambil Untung dari Tes PCR, Luhut Siap Dipanggil KPK hingga Mundur dari Menko Marves

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati