logo


Permendikbud PPKS Ditolak, Eko Kuntadhi Anggap PKS Sakit!

Pemerintah mau perangi kekerasan seksual malah ditolak.

13 November 2021 05:30 WIB

Eko Kuntadhi
Eko Kuntadhi twitter.com/eko_kuntadhi

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pegiat media sosial Eko Kuntadhi heran PKS menolak pengesahan Permendikbud nomor 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan kampus.

Padahal, menurut dia, kebijakan merupakan solusi tepat dalam menyikapi maraknya kejahatan seksual di lingkup akademi.

“Puluhan mahasiswi jadi korban dosennya. Puluhan siswi jadi korban pelecehan gurunya. Puluhan santriwati jadi korban pelecehan ustadnya. Puluhan anak jadi korban predator seks,” cuitnya lewat akun Twitter @_ekokuntadhi, dikutip Sabtu (13/11).


Tolak Permendikbud PPKS, MS Kaban: Presiden Setuju Seks Bebas Suka Sama Suka?

Eko menilai pemerintah melalui Permendikbud 30 semata ingin memerangi kejahatan seksual di ranah perguruan tinggi. Sehingga mahasiswa bisa merasa aman dalam menjalani kegiatan yang berkaitan dengan kampus.

“Pemerintah mau memerangi dengan keluarkan aturan pencegahan kekerasan seksual. Eh, ditolak PKS. Sakit!,” tegasnya.

Sebelumnya, PKS lewat akun Twitter @FPKSDPRRI, mendesak agar Permendikbud nomor 30 tahun 2021 dicabut. Kebijakan itu dinilai melegalkan seks bebas atas dasar suka sama suka.

“Permendikbud Ristek 30/2021 telah mencederai nilai-nilai luhur pendidikan untuk melahirkan pribadi yang berbekal iman taqwa dan berbudi pekerti luhur,” tulisnya.

“Di dalamnya melegalisasi hubungan seksual di luar nikah, suka sama suka alias zina,” sambungnya.

Kritik Permendikbud PPKS, Faizal Assegaf: Gambaran Germo di Tempat Pelacuran

Halaman: 
Penulis : Iskandar