logo


Kritik Permendikbud PPKS, Faizal Assegaf: Gambaran Germo di Tempat Pelacuran

Kebijakan itu dinilai menunjukkan kebobrokan moral para inisiator.

12 November 2021 12:57 WIB

Faizal Assegaf
Faizal Assegaf twitter.com/faizalassegaf

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Kritikus Faizal Assegaf ikut angkat suara perihal Permendikbud nomor 30 tahun 2021 yang tengah menjadi perdebatan publik.

Menurutnya, aturan tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan kampus itu merupakan gambaran premanisme dan germo di tempat pelacuran.

“Kebijakan permendikbud oleh Nadiem Makarim tidak lebih adalah gambaran Premanisme & Germo di tempat pelacuran,” cuitnya lewat akun Twitter @faizalassegaf, Jumat (12/11).


Dicap 'Ustaz Cabul' Gegara Tolak Permendikbud PPKS, Ustaz Hilmi Tegaskan Ingin Jaga Moral Bangsa

Faizal menilai kebijakan tersebut menunjukkan kebobrokan moral para inisiator. Dia juga menyesalkan putri Gus Dur, Alissa Wahid yang turut mendukung pengesahan Permendikbud 30 itu.

“Sikap demikian sangat bobrok, terlebih didukung oleh Menag & 'Ratu Gusdurian' Alissa Wahid, seolah mereka pejuang nilai & moral!,” tuntasnya.

Sebelumnya, Alissa Wahid menyatakan dukungan atas pengesahan Permendikbud No 30 tahun 2021. Dia menilai kebijakan tersebut merupakan solusi pemberantasan kejahatan seksual di lingkup akademi.

“Saya dukung permendikbud untuk memberantas kejahatan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan,” tulisnya di akun Twitter @AlissaWahid.

Alissa mengaku akan mendukung lembaga mana pun yang berniat menumpas kejahatan seksual. Menurutnya, tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan seksual.

“Siapapun lembaga yang ingin memberantas kejahatan kekerasan seksual di lingkungannya, saya dukung. Sudah terlalu lama & terlalu banyak korban kejahatan ini,” tegasnya.

Diketahui, Permendikbud No 30/2021 telah ditandatangani oleh Nadiem Makarim pada 31 Agustus 2021 dan diundangkan pada 3 September 2021.

Salah satu pertimbangan penyusunan Permendikbud itu adalah semakin meningkatnya kasus kekerasan seksual di ranah komunitas, termasuk perguruan tinggi.

Tolak Permendikbud PPKS, MS Kaban: Presiden Setuju Seks Bebas Suka Sama Suka?

Halaman: 
Penulis : Iskandar