logo


BEM Unmul Dipanggil soal Ma'ruf Amin 'Patung Istana', Politikus PAN Sebut Polisi Harus Humanis

Menurutnya, kebebasan berekspresi akademis harus dihargai

11 November 2021 16:41 WIB

 Pangeran Khairul Saleh
Pangeran Khairul Saleh Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Polisi memanggil BEM Universitas Mulawarman (Unmul) terkait unggahan yang menyebut Wakil Presiden Ma'ruf Amin 'patung istana'. Wakil Komisi III DPR, Pangeran Khairul Saleh, meminta polisi bersikap lebih objektif. Menurutnya, kebebasan berekspresi akademis harus dihargai.

"Pihak kepolisian seharusnya bertindak lebih objektif dan senantiasa mengedepankan sisi humanis terhadap setiap kritik yang disampaikan oleh masyarakat. Ini tentunya bercermin dari dua hal, pertama, instruksi Kapolri sendiri agar Kepolisian RI mengedepankan restorative justice dan SKB UU ITE. Kedua, kebebasan ekspresi akademis mesti kita hargai bersama," kata Pangeran kepada wartawan, Kamis (11/11).

Politikus PAN ini mengatakan bahwa aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat harus ditelaah dengan baik.


BEM Unmul Posting Ma'ruf Amin 'Patung Istana', Rektor Minta Maaf

"Sebaiknya setiap bentuk aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat ditelaah dengan baik tanpa terkesan ada arogansi kekuasaan aparat," katanya.

"Karena itu, harapan saya, pemanggilan Presiden BEM Unmul oleh pihak kepolisian adalah bagian dari restorative justice melalui jalan mediasi dan diskusi tanpa adanya tindakan yang mengarah represi," lanjutnya.

Pangeran mengatakan bahwa kepolisian harus mengedepankan sisi humanis daripada pendekatan kekuasaan.

"Di sinilah waktunya bagi Polri untuk membuktikan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat yang mungkin sedikit ternoda oleh beberapa oknum kepolisian akhir-akhir ini," kata Pangeran.

Soal Unggahan Ma'ruf Amin 'Patung Istana', Presiden BEM Unmul: Hanya Mengkritisi Kinerja Wapres

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata